Perbaikan Jalan Berlumpur Putuskan Kabel Serat Optik Arah Bintuni

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 21_ekbis_kabelseratoptik

    21_ekbis_kabelseratoptik

    TEMPO.CO, Manokwari - Proyek konstruksi jaringan serat optik PT Palapa Timur Telematika jalur Manokwari-Bintuni harus diganti setelah lima kali putus. Proyek nasional ini akhirnya terhambat karena aktivitas alat berat yang melakukan perbaikan ruas jalan berlumpur di kampung Mameh Distrik Tahota Kabupaten Manokwari Selatan Papua Barat.

    Baca: Biznet Membangun Jaringan Fiber Optic di Kota Kecil dan Menengah

    “Proyek kami juga kena imbas dari perbaikan jalan rusak di kampung Mameh. Meski sudah terpasang tapi putus terus, dan ini kali kelima karena terlindas alat berat saat melakukan pengerukan lumpur di sisi jalan,” ujar Edward, operator maintenance kabel serat optik, Senin, 10 Juni 2019.

    Edward menjelaskan, untuk kejar ketertinggalan, pihaknya sedang menggelar kembali kabel serat optik, ditargetkan 200 meter bisa terpasang dalam sehari. Ia optimistis bisa segera terpasang kembali sepanjang lima kilometer yang rusak akibat proyek jalan meski dengan kondisi cuaca hujan saat ini.

    “Kami upayakan sehari bisa gelar 200 meter, dan kami harap tidak putus lagi karena semua ini adalah proyek nasional untuk kepentingan umum,” kata Edward.

    Sebelumnya, ­­Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informasi optimistis konstruksi fisik Palapa Ring Paket Timur tuntas pada Maret 2019. 

    Direktur Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah BAKTI, Danny Januar,  mengatakan progress pembangunan fisik Palapa Ring Paket Timur sudah mencapai 87,03 persen. Dia yakin 13 persen sisa pemasangan kabel optik tersebut tuntas pada kuartal pertama tahun 2019.

    Program Palapa Ring Paket Timur meliputi wilayah Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat dan Maluku. Program ini akan membuka dan memperkuat jaringan telekomunikasi di 35 kabupaten-kota dari Kota Baa di Rote Ndao, NTT hingga ke Distrik Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat. 

    “Paket Timur ini paling menantang dibandingkan dua paket lain. Namun, kami optimistis dapat memenuhi target penyelesaian. Untuk itu, BAKTI proaktif berkomunikasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memenuhi target tersebut,”sebut Danny dalam sebuah kegiatan di Manokwari belum lama ini.

    Dia menyebutkan, total panjang paket ini 6.878 kilo meter terdiri dari 4.452 km jaringan laut, 2.452 km jaringan darat serta microwave sebanyak 59 hops. Paling panjang dan menantang, sekaligus membutuhkan dana paling besar.

    Danny menyebutkan, kendala yang dihadapi dalam menggelar kabel serat optik Palapa Ring di darat, karena banyak bersinggungan dengan proyek pembangunan infrastruktur lainnya. Di Papua Barat sendiri, terdapat tujuh kabupaten/kota yang akan terhubung serat optik yakni dari Terminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, hingga Kabupaten Pegunungan Arfak.

    Baca: Pabrik Serat Optik Terbesar ASEAN Hadir di Karawang

    Proyek Palapa Ring merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membangun ketersediaan layanan jaringan serat optik sebagai tulang punggung bagi sistem telekomunikasi nasional untuk menghubungkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.