Kaji Masuknya Maskapai Asing, Pemerintah Gelar Rapat Pekan Depan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan pengisian bahan bakar avtur pada pesawat Garuda pengangkut jemaah haji di Bandara Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 25 Agustus 2015. Pertamina melayani suplay avtur kebutuhan pemberangkatan jemaah haji untuk maskapai Garuda Indonesia serta maskapai asing Saudi Arabia dengan kapasitas tangki sebesar 5.500 KL di Bandara Halim Perdanakusuma. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas melakukan pengisian bahan bakar avtur pada pesawat Garuda pengangkut jemaah haji di Bandara Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 25 Agustus 2015. Pertamina melayani suplay avtur kebutuhan pemberangkatan jemaah haji untuk maskapai Garuda Indonesia serta maskapai asing Saudi Arabia dengan kapasitas tangki sebesar 5.500 KL di Bandara Halim Perdanakusuma. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa pemerintah akan mulai membahas kemungkinan masuknya maskapai asing pada pekan depan. Masuknya maskapai asing ke pasar domestik di Indonesia ini demi menciptakan kompetisi harga tiket pesawat yang lebih kompetitif di Tanah Air.

    Baca: Harga Tiket Pesawat Turun, BI Prediksi Inflasi Mei 0,47 Persen

    Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menyatakan, wacana masuknya asing di Indonesia ini guna menciptakan kompetisi harga tiket pesawat di tingkat konsumen. Persaingan industri maskapai penerbangan domestik di Tanah Air Indonesia saat ini dinilai telah menciptakan pasar duopoli, lantaran hanya didominasi oleh dua maskapai besar saja.

    Namun, Susiwijono mengatakan, sampai saat ini pemerintah masih mengevaluasi tersebut, terutama terkait plus minus dampak dari kebijakan yang mungkin diambil terkait hal tersebut.  "Itu sudah kita jadwalkan dan akan kita evaluasi. Bagaimana pemikiran untuk undang maskapai asing. Tapi paling penting kita evaluasi dulu karena ada plus minusnya," tutur dia di Gedung Kemenko Perekonomian, Senin 10 Juni 2019.

    Menurut Susiwijono, masuknya maskapai asing di


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.