Tiket Pesawat Mahal, Extra Flight Lebaran Jeblok 44,12 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang pesawat melakukan lapor diri di konter chek in Terminal 1 B Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 26 Mei 2019. Memasuki H -9 Idul Fitri 1440 H banyak masyarakat yang pulang mudik lebih awal untuk menghindari harga tiket yang semakin mahal jika mendekati Lebaran. ANTARA

    Sejumlah penumpang pesawat melakukan lapor diri di konter chek in Terminal 1 B Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 26 Mei 2019. Memasuki H -9 Idul Fitri 1440 H banyak masyarakat yang pulang mudik lebih awal untuk menghindari harga tiket yang semakin mahal jika mendekati Lebaran. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Masih mahalnya harga tiket pesawat untuk periode mudik Lebaran diperkirakan ikut memicu penurunan total realisasi penerbangan tambahan (extra flight) di dalam negeri. 

    Baca: Lebaran 2019, Penumpang Pesawat di Bandara AP I Turun 18 Persen

    Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melaporkan total realisasi penerbangan tambahan (extra flight) pada H-7 hingga H+4 Lebaran anjlok hingga 44,12 persen. Padahal realisasi atas rencana persetujuan terbang (flight approval) mencapai 75,57 persen.

    Berdasarkan data Kementerian Perhubungan hingga 10 Juni 2019, realisasi penerbangan tambahan untuk rute domestik sebesar 484 penerbangan, atau turun 42,59 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Adapun, pada 2018 periode yang sama, total realisasi penerbangan tambahan mencapai 843 penerbangan.

    Sementara itu, realisasi penerbangan tambahan untuk rute internasional sebesar 20 penerbangan, atau jeblok hingga 66,1 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Adapun, pada 2018 periode yang sama, total realisasi penerbangan tambahan mencapai 59 penerbangan. Sedangkan total rencana persetujuan penerbangan untuk rute domestik mencapai 573 penerbangan dan rute internasional hanya 30 penerbangan.

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti mengatakan penurunan penerbangan tambahan juga berbanding lurus terhadap total jumlah penumpang. Total keberangkatan penumpang hingga H+4 hanya 2,7 juta orang, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu bisa menembus 3,8 juta orang.

    "TBA (tarif batas atas) sudah turun, logikanya harga tiket seharusnya lebih rendah. Tetapi biasanya maskapai di musim Lebaran mematok harga di atas. Kami sedang upayakan bagian Litbang untuk mengkaji," kata Polana, Senin, 10 Juni 2019.

    Polana menyebutkan, harga tiket seharusnya tidak menjadi masalah bagi pemudik karena biasanya harga berapapun akan dibeli untuk bisa bertemu dengan keluarga di kampung halaman. Apalagi, TBA sudah diturunkan hingga 16 persen.

    Baca: Tarif Batas Pesawat Diturunkan, Andil ke Inflasi Mei Tetap Tinggi

    Tak hanya faktor mahalnya harga tiket pesawat, Kementerian Perhubungan juga menduga peralihan pemudik ke kendaraan pribadi bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penurunan jumlah penumpang pesawat. Terlebih, operasional Tol Trans Jawa turut memperlancar perjalanan pemudik. Di sisi lain, lanjutnya, pemudik di intra Jawa kemungkinan juga memanfaatkan moda transportasi lain seperti angkutan darat maupun kereta api.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.