Masa Angkutan Lebaran 2019, 1 Juta Orang Lebih Pilih Kapal Laut

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemudik beristirahat di dalam kapal laut KM Dobonsolo di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis, 30 Mei 2019.  Kementrian Perhubungan bekerja sama dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)  menggelar mudik gratis tujuan Semarang dengan menggunakan kapal laut untuk 7.500 sepeda motor dan 2015 penumpang mudik lebaran 2019. ANTARA

    Sejumlah pemudik beristirahat di dalam kapal laut KM Dobonsolo di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis, 30 Mei 2019. Kementrian Perhubungan bekerja sama dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) menggelar mudik gratis tujuan Semarang dengan menggunakan kapal laut untuk 7.500 sepeda motor dan 2015 penumpang mudik lebaran 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 1.188.845 orang memanfaatkan moda kapal laut selama masa angkutan Lebaran 2019, sejak H-15 hingga H+4. Berdasarkan data Posko Angkutan Laut Lebaran per tanggal 10 Juni 2019 pukul 01.00 WIB, kenaikan jumlah penumpang sebesar 7,43 persen dibandingkan periode H-15 hingga H+4 tahun 2018 berjumlah 1.106.586 orang.

    BacaPemudik Tingkatkan Perekonomian Daerah, Ganjar Berterima Kasih

    Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Wisnu Handoko, menerangkan bahwa Pelabuhan Batam masih menjadi pelabuhan terpadat dengan jumlah 185.373 orang untuk periode H-15 s.d. H+4. Pelabuhan terpadat berikutnya untuk periode yang sama adalah Tanjung Balai Karimun dengan 146.617 orang, Tanjung Pinang 87.570 orang, Ternate 58.416 orang dan Tanjung Buton 48.433 orang.

    "Dengan demikian, puncak arus mudik untuk jumlah penumpang terjadi pada H-4 dan puncak arus balik terjadi pada H+2," kata Wisnu dalam keterangan tertulis, Senin, 10 Juni 2019.

    Wisnu mengatakan, secara umum angkutan laut Lebaran sampai dengan H+4 ini berjalan dengan baik. Meskipun, tercatat di Balikpapan pada Ahad malam, 9 Juni 2019 sempat terjadi penumpukan penumpang. Sampai dengan pagi ini, kondisi tersebut telah ditangani oleh pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas I Balikpapan dan PT. Pelni.

    Sementara itu, Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Ahmad memperbarui informasi terkait musibah Kapal kargo pengangkut semen KM. Lintas Timur GT 1.720 yang tenggelam pada tanggal 1 Juni 2019 sekitar pukul 14.00 WITA di perairan Taliabo, Banggai Provinsi Sulawesi Tengah.

    166.574 Kendaraan Lewat Tol, Jasa Marga: Rekor saat Arus Balik

    "Kapal tenggelam diduga akibat mati mesin dan gelombang tinggi, jumlah kru kapal 18 orang. Satu korban ditemukan selamat atas nama Yakub dan satu korban ditemukan meninggal dunia sedangkan 16 kru lainnya masih dalam pencarian tim SAR," ujar dia.

    Baca berit-berita tentang Angkutan Lebaran 2019 lainnya di Tempo.co

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.