Penumpang Bus Damri Rute Bandara Soetta Mengeluh Bayar Ongkos Dobel

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah bus Damri jurusan Bandara Soekarno Hatta mangkal di depan pintu keluar Terminal Rawamangun, Jakarta, 28 Mei 2015. Diduga terdapat salah desain di bangunan Terminal Rawamangun sehingga bus berukuran besar tidak bisa masuk. TEMPO/Subekti

    Sejumlah bus Damri jurusan Bandara Soekarno Hatta mangkal di depan pintu keluar Terminal Rawamangun, Jakarta, 28 Mei 2015. Diduga terdapat salah desain di bangunan Terminal Rawamangun sehingga bus berukuran besar tidak bisa masuk. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta – Seorang penumpang bus Damri, Hindrawan, 35 tahun, mengeluh mengeluarkan ongkos perjalanan dobel saat melakoni perjalanan dari Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Stasiun Gambir, Jakarta. Hindrawan mengaku telah melakukan transaksi non-tunai melalui aplikasi Link Aja, namun ditolak oleh kondektur kala di dalam armada. 

    BACA: Tarif Diklaim Turun, Kenapa Jumlah Penumpang Pesawat Merosot di Mudik Lebaran 2019?

    “Saya menumpang bus Damri pada Minggu siang (9 Juni) dan membayar non-tunai. Namun saat di dalam bus, saya diminta bayar lagi,” ucapnya saat dihubungi Tempo, Ahad, 9 Juni 2019. 

    Hindrawan mengaku berunding cukup lama dengan kondektur. Ia menjelaskan telah melakukan pembayaran secara non-tunai melalui aplikasi LinkAja. Besaran tarif yang dikeluarkan pun sama dengan ongkos yang tertera di loket Damri, yakni Rp 40 ribu.

    BACA: 2019, Bandara Balikpapan Berpotensi Kehilangan 2 Juta Penumpang

    Setelah menyampaikan penjelasannya, Hindrawan menyerahkan bukti transaksi. Bukti transaksi itu berupa tiket yang telah ia cetak melalui mesin cash less. Mesin tersebut tersedia di bandara. 

    Alih-alih menerima bukti transaksi, ujar dia, kondektur bus malah menolak penjelasan Hindarawan. Penumpang asal Yogyakarta tersebut lantas diminta membayar secara tunai sebesar Rp 40 ribu.

    “Terpaksa membayar kembali. Namun, setelah bayar, tidak ada bukti transaksi dari kondektur,” ucapnya. 

    Sekretaris Perusahaan Umum (perum) Damri Arifin Hasan mengatakan penumpang yang telah membayar di loket LinkAja seharusnya tak perlu membayar lagi ke kondektur. Ia juga memastikan, uang tiket yang ditarik oleh kondektur akan segera dikembalikan kepada penumpang.

    Sementara itu, ihwal adanya insiden penarikan pembayaran dobel ini, Arifin memastikan pihaknya akan melakukan pendalaman. “Akan kami tindaklanjuti. (Kalau bersalah) diberi sanksi,” ucapnya dalam pesan pendek kepada Tempo.

    Baca berita tentang Bandara lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.