Arus Balik, Menhub Minta Pemudik Tak Berhenti di Bahu Jalan Tol

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan yang terjebak kemacetan di Tol Cipali arah Jakarta keluar menuju gerbang tol Subang, Jawa Barat, 1 Juli 2017. Kemacetan hingga puluhan kilometer tersebut disebabkan antrean masuk rest area KM 102 dan mobil pemudik yang diparkir di bahu jalan dan diprediksi puncak arus balik terjadi malam ini. ANTARA FOTO

    Kendaraan yang terjebak kemacetan di Tol Cipali arah Jakarta keluar menuju gerbang tol Subang, Jawa Barat, 1 Juli 2017. Kemacetan hingga puluhan kilometer tersebut disebabkan antrean masuk rest area KM 102 dan mobil pemudik yang diparkir di bahu jalan dan diprediksi puncak arus balik terjadi malam ini. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau kepada masyarakat tidak berhenti di bahu jalan tol apabila tidak dalam kondisi darurat. Pasalnya, hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan dan menurunkan efektivitas lalu lintas di jalan tol.

    BACA: Libur Lebaran, Bekasi Bebas Macet Kecuali Akses ke Jalan Tol

    "Kami semua secara intensif mengimbau masyarakat untuk tidak berhenti di bahu jalan tol, apabila tidak dalam kondisi darurat. Jika ingin beristirahat, mereka bisa keluar ke kota-kota terdekat di sepanjang jalur utara," ujar saat meninjau Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Jawa Tengah, seperti dilansir dalam keterangan tertulis, Minggu, 9 Juni 2019.

    Puncak arus balik diprediksi terjadi pada Sabtu dan Ahad, 8-9 Juni 2019. Berdasarkan riset, pemudik yang akan kembali ke Jakarta banyak berasal dari arah Yogyakarta dan Solo. Bahkan, kemarin, dilaporkan lonjakan jumlah pemudik sudah terjadi di Gerbang Tol Banyumanik, Semarang. Karena itu, Budi  meminta masyarakat yang akan melakukan perjalanan pada arus balik agar dapat merencanakan perjalanannya dengan baik.

    BACA: Urai Kemacetan, Tol Cisumdawu Dibuka untuk Mobil dan Motor

    "Katakanlah kita berangkat dari Solo dengan kondisi yang sudah cukup tidur atau istirahat. Di perjalanan bisa berhenti di Kendal atau Semarang untuk mengisi bensin hingga penuh," ujar Budi. Selanjutnya, pemudik bisa kembali melanjutkan perjalanan.

    Jika dalam perjalanan harus mengisi bensin atau istirahat, Budi menyarakan mereka keluar tol dan memanfaatkan kota-kota besar untuk mengisi bahan bakar dan istirahat. "Agar lebih bugar atau bisa sekalian sambil berwisata, menikmati kuliner dan oleh-oleh seperti di Pekalongan, Tegal, atau Brebes."

    Budi memastikan telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Korps Lalu Lintas Polri, Jasa Marga dan pihak terkait untuk menjadikan area peristirahatan di jalan tol sebagai fungsi darurat.

    "Kami sarankan sebagai salah satu langkah manajemen lalu lintas di jalan tol, rest area menjadi tempat berhenti emergency saja. Kalau memang harus mampir baru ke sana," kata dia.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?