Tarif Diklaim Turun, Kenapa Jumlah Penumpang Pesawat Merosot di Mudik Lebaran 2019?

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang keluar dari area bandara seusai mendarat dengan pesawat komersial Citilink saat penerbangan perdana di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, DI Yogyakarta, Senin 6 Mei 2019. Saat ini Bandara YIA mulai beroperasi untuk penerbangan komersial. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    Penumpang keluar dari area bandara seusai mendarat dengan pesawat komersial Citilink saat penerbangan perdana di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, DI Yogyakarta, Senin 6 Mei 2019. Saat ini Bandara YIA mulai beroperasi untuk penerbangan komersial. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kementerian Perhubungan Sugihardjo menyebut ada kecenderungan turunnya penumpang pesawat pada mudik Lebaran 2019. Padahal, di saat yang sama, ia melihat tarif penerbangan pada masa mudik kali ini lebih rendah ketimbang tahun sebelumnya lantaran pemerintah sudah menurunkan tarif batas atas pesawat sebesar 12-16 persen.

    BACA: Lebaran 2019, Penumpang Pesawat di Bandara Lampung juga Merosot

    "Tadi saya konfirmasi apakah ada kenaikan tarif pesawat sementara dari hasil pantauan tidak ada karena memang logikanya kalau jumlah demand turun kan enggak mungkin tarifnya tinggi," ujar Sugihardjo di Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2019 Kementerian Perhubungan, Minggu, 9 Juni 2019.

    Sugihardjo menduga penyebab turunnya jumlah penumpang pesawat itu adalah dampak psikologi di masyarakat lantaran sebelumnya mengalami mahalnya tiket pesawat pada hari normal. "Mungkin bisa lebih pada kondisi psikologis ya. Atau sebab lain kita belum teliti."

    BACA: 2019, Bandara Balikpapan Berpotensi Kehilangan 2 Juta Penumpang

    Sebelum masa lebaran, kata Sugihardjo, harga tiket pesawat memang terasa lebih mahal ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Belum lagi dengan adanya kebijakan bagasi berbayar untuk maskapai-maskapai berbiaya murah. Namun, menjelang masa pulang kampung, pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan untuk menurunkan besaran tarif batas atas.

    "Kalau membandingkan pada saat lebaran sebetulnya lebaran tahun lalu, waktu normal murah pas lebaran ke arah batas atas. Hal ini juga sama lebaran dijual batas atas. Seharusnya lebaran 2019 lebih murah," ujar dia.

    Di samping persoalan psikologi, Sugihardjo melihat juga ada sedikit dampak dari tersambungnya Jalan Tol Trans Jawa. Hanya saja, efek ini hanya berlaku untuk pemudik di Pulau Jawa, seperti arah Semarang, Solo, Yogyakarta, dan Surabaya. Sementara untuk rute lain seperti ke Lombok dan Makassar semestinya tidak terdampak oleh tersedianya jalur bebas hambatan itu.

    Berdasarkan data Kementerian Perhubungan hingga H+2 Lebaran 2019, jumlah penumpang angkutan udara selama masa mudik tercatat 2.346.464 orang. Angka itu lebih rendah 33,99 persen ketimbang periode yang sama tahun 2018 dengan angka 3.554.542 orang.

    Baca berita tentang pesawat lainnya di Tempo.co.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.