Terminal Anyar Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Akan Tampung 7 Juta Penumpang

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penumpang di bandara. AP/Dita Alangkara

    Ilustrasi penumpang di bandara. AP/Dita Alangkara

    TEMPO.CO, Banjarmasin – PT Angkasa Pura I merampungkan proyek pengembangan terminal anyar Bandara Syamsudin Noor di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. General Manager Angkasa Pura I untuk Bandara Syamsudin Noor MMA Indah Preastuty mengatakan, setelah kelar, terminal baru akan muat menampung 7 juta pergerakan penumpang dalam satu tahun.

    Baca juga: Bandara Samarinda Akan Layani Penerbangan ke Pedalaman Kalimantan

    Menurut Indah, proyek pengembangan digeber lantaran terminal yang ada saat ini tidak lagi muat menampung kapasitas penumpang dalam satu tahun. “Saat ini, kapasitas terminal lama 1,5 juta, sedangkan pergerakan penumpangnya mencapai 3,5 juta,” ucap Indah kala ditemui di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat, 7 Juni 2019.

    Selain terminal, Angkasa Pura I mengembangkan sisi udara atau aero. Indah menjelaskan, pengembangan dilakukan untuk memperluas apron atau pelataran pada landasan pacu guna menambah kapasitas parkir pesawat. Saat ini, apron hanya muat menampung 16 pesawat. Sedangkan bila proyek kelar, apron digadang-gadang mampu memuat 25 pesawat.

    Pemimpin proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor, Dadang Dian Hendiana, mengatakan pengembangan bandara terbagi atas dua paket. Paket pertama berupa pembangunan gedung terminal dan fasilitas penunjangnya dengan investasi senilai Rp 1,1 triliun. Sedangkan paket kedua berfokus pada pembangunan infrastruktur, bangunan penunjang, dan perluasan apron dengan investasi senilai Rp 806 miliar.

    Dadang menjelaskan, pengerjaan paket pertama hingga Mei lalu baru mencapai 65 persen. Sedangkan paket kedua telah kelar 85 persen. “Kalau paket dua tinggal finishing,” ucapnya.

    Angkasa Pura I menargetkan pengembangan terminal rampung pada awal semester II sehingga dapat beroperasi Oktober 2019. Adapun sertifikasi bandara diproyeksikan keluar pada September nanti.

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti mengatakan bandara ini disiapkan untuk menampung jemaah haji lebih banyak ketimbang saat ini. “Kalau sekarang kan ada 17 kloter haji, nanti bisa lebih dua kali lipat,” ujarnya.

    Meski demikian, operator bandara masih memiliki pekerjaan utama memastikan jalan akses menuju bandara rampung sebelum terminal anyar beroperasi. Berdasarkan pantauan Tempo di lokasi, jalan sepanjang 13,5 kilometer dari bandara menuju kota masih berupa pengerasan dengan pengaspalan belum sempurna. 

    “Kami akan koordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” ucap Polana kala ditemui di tempat yang sama.

    Terminal anyar Bandara Syamsudin Noor dibangun di atas lahan seluas 77.569 meter persegi. Terminal ini akan memiliki 52 unit counter check in dan tiga conveyor bagasi untuk kedatangan penerbangan domestik dan internasional.

    Berdasarkan desain pembangunan, bandara akan memiliki dua lantai. Lantai pertama merupakan area keberangkatan, area komersial, airside, dan area kedatangan. Sementara itu untuk lantai dua, terminal bakal dimanfaatkan sebagai area kantor sewa, hotel, dan boarding lounge.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.