Bandara Samarinda Akan Layani Penerbangan ke Pedalaman Kalimantan

Reporter:
Editor:

Agung Sedayu

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Terminal Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur, pada arus balik Lebaran, Jumat, 7 Juni 2019.  TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Suasana Terminal Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur, pada arus balik Lebaran, Jumat, 7 Juni 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Samarinda – Pemerintah mempercepat pembangunan Bandara Aji Pangeran Tumenggung (ATP) Pranoto yang berlokasi di Samarinda, Kalimantan Timur. Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara APT Pranoto Dodi Dharma mengatakan terminal angkutan udara ini direncanakan menjadi basis maskapai propeler atau pesawat bermesin baling-baling yang membuka konektivitas ke kota-kota kecil di Kalimantan.

    “Ini nanti rencananya akan menjadi basis untuk ATR (pesawat bermesin baling-baling) yang terbang ke pedalaman,” ujar Dodi kepada Tempo di Bandar Udara APT Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat, 7 Juni 2019.

    Saat ini Kalimantan membutuhkan maskapai kecil yang bisa mendarat di daerah-daerah terpencil. Selain untuk memudahkan mobilisasi masyarakat, pengoperasian pesawat propeler ini bertujuan membuka peluang sektor pariwisata.

    Menurut Doni, Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur, memiliki potensi wisata yang perlu dikembangkan. Ia mencontohkan daerah Maratua yang terkenal dengan keindahan baharinya. Selain itu juga ada Berau, Melak dan Long Apung yang memiliki potensi pariwisata yang tidak kalah indah.

    “Kami akan buka penerbangan ke sana,” ujarnya. Saat ini, terdapat lima maskapai propeler berjenis ATR 72 dan ATR 42 yang beroperasi di bandara tersebut. Selain itu, Susi Air juga membuka layanan penerbangan. 

    Doni tidak merinci detail rencana penambahan penerbangan dengan maskapai ATR. Namun, ia memastikan bakal lebih dulu memperbaiki infrastruktur bandara. Di antaranya pengadaan lampu penerangan di landas pacu, seperti AFL.

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti mengatakan instrumen penerangan di landasan pacu merupakan salah satu instrumen yang belum ada di Bandara ATP Pranoto Samarinda saat ini. Ia memastikan, dalam waktu dekat, bandara akan dilengkapi penerangan sehingga pesawat bisa mendarat pada malam hari. 

    Bandara APT Pranoto saat ini memiliki panjang landasan pacu 2.250 meter x 45 meter. Operator bandara mencatat, ada 20 pergerakan pesawat yang melayani 3.500 penumpang saban hari.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.