Bandara Ini Sepi di Musim Mudik, Nyaris Separuh Penumpang Pindah

Reporter:
Editor:

Wahyu Dhyatmika

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang calon penumpang melihat sebuah poster tarian khas dayak yang dipajang di ruangan kedatanga  Bandara Internasional Semppingan, Balikpapan, Kalimantan Timur, 18 Desember 2015. Dibeberapa sudut ruangan bandara nuansa dan sosialisasi kebudayan suku dayak juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal dan asing. TEMPO/Iqbal Lubis

    Seorang calon penumpang melihat sebuah poster tarian khas dayak yang dipajang di ruangan kedatanga Bandara Internasional Semppingan, Balikpapan, Kalimantan Timur, 18 Desember 2015. Dibeberapa sudut ruangan bandara nuansa dan sosialisasi kebudayan suku dayak juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal dan asing. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah penumpang di Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan, merosot drastis selama musim mudik Lebaran 2019. Hampir separuh dari jumlah penumpang di sana tidak lagi menggunakan sarana bandara di kota terbesar kedua di Kalimantan Timur itu. 

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti menjelaskan sebagian penumpang dari bandara Balikpapan ternyata berpindah ke Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda.

    BACA: Bandara baru di Kalimantan Selatan Ramai di Hari Lebaran

    "Terjadi movement atau perpindahan penumpang cukup tinggi hingga 40 persen untuk penumpang," ujar Polana di Bandara APT Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat, 7 Juni 2019. Penyelenggara pelayanan navigasi AirNav juga membenarkan telah terjadi pergeseran perjalanan pesawat mencapai 15 persen.

    Bandara APT Pranoto Samarinda baru beroperasi pada Oktober 2018. Berdasarkan data kebandaraan, terminal angkutan udara ini melayani penumpang dari empat kota: Sangata, Samarinda, Bontang, dan Kutai Kartanenegara.

    BACA: Jumlah Penumpang di Bandara Malang Anjlok

    Polana mengatakan, penumpang di empat kota tersebut pada Lebaran tahun lalu melakoni perjalanan mudik lewat Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Penumpang lantas berpindah tahun ini karena Samarinda kini memiliki bandara anyar yang melayani 20 penerbangan sehari dengan rute variatif.

    "Karena jaraknya lebih dekat, waktu tempuhnya lebih pendek," ucap Polana.

    Kepala Unit Pengelola Bandar Udara Bandara APT Pranoto Samarinda Dodi Dharma mengatakan, semasa Lebaran, bandara ini menampung hingga 4500 penumpang per hari. Angka tersebut naik 1000 ketimbang hari biasa yang hanya 3500 orang.

    Sementara itu, maskapai yang tersedia ialah Garuda Indonesia, Batik Air, Lion Air, Citilink, dan Nam Air. Ada pula maskapai propeler seperti Wings Air, Susi Air, dan Xpress Air. Maskapai-maskapai ini melayani penerbangan rute Samarinda ke Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, dan Denpasar. Adapun maskapai propeler melayani penerbangan ke Berau, Melak, Tanjung Selor, Banjarmasin, dan Tarakan.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).