Hari Ini, Penyeberang ke Kepulauan Seribu Tembus 5000 Orang

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan calon penumpang yang hendak berlibur ke Kepulauan Seribu menunggu kedatangan kapal tambahan di Pelabuhan Kali Adem, Jakarta Utara, Ahad, 17 Juni 2018. TEMPO/Maria Fransisca Lahur

    Ratusan calon penumpang yang hendak berlibur ke Kepulauan Seribu menunggu kedatangan kapal tambahan di Pelabuhan Kali Adem, Jakarta Utara, Ahad, 17 Juni 2018. TEMPO/Maria Fransisca Lahur

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada hari Jumat, 7 Juni 2019 atau H+1 jumlah orang yang akan menyeberang ke sejumlah pulau di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara terpantau meningkat signifikan. Hal ini terlihat saat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau langsung Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara.

    BACA: Partai NasDem Ungguli PDIP di Kepulauan Seribu untuk DPRD DKI

    Budi mengatakan hingga hari kedua lebaran kemarin jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke tembus 3000 orang. "Kami dengar kemarin pada hari kedua lebaran ada 3000 orang, yang menyeberang hari ini diperkirakan tembus 5000 orang. Lebih dari 10 kali lipat pada hari biasa yang sekitar 400 orang," kata Budi kepada awak media, di Dermaga Kali Adem, Jumat, 7 Juni 2019.

    Menteri Perhubungan atau Menhub Budi Karya hari ini meninjau langsung Pelabuhan Kali Adem di Muara Angke. Dalam kegiatan ini, Budi Karya meninjau sejumlah kapal yang yang akan berangkat menuju beberapa pulau di Kepulauan Seribu, seperti Pulau Pari, Pulau Pramuka, Pulau Bidadari hingga Pulau Kahyangan. Para penumpang sebagian besar berencana untuk berwisata ke pulau-pulau tersebut.

    BACA: Bocah Hanyut di Kali Ciliwung Ditemukan di Laut Kepulauan Seribu

    Berdasarkan pantauan Tempo, Budi Karya tiba di Pelabuhan Kali Adem sekitar pukul 07.00 WIB dan langsung menuju dermaga. Di sana, Budi langsung meminta kelengkapan surat-surat kapal yang akan mengantarkan sejumlah wisatawan, salah satunya adalah KM Hasbi Jaya. Ia langsung meminta anak buah kapal yang ada untuk menjukkan surat-surat dan mencocokan dengan manifes kapal yang ada.

    Usai selesai meninjau langsung, Menteri Budi Karya sempat menyataka usulanya kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait penggunaan sistem tiket online di Pelabuhan Kali Adem. Budi Karya menilai penjualan tiket yang masih tradisional membuat waktu kapal bersandar hingga bisa berlayar untuk menyebarang menjadi lebih lama.

    "Itu perlu dievaluasi. Oleh karena itu saya imbau Pemerintah DKI Jakarta nanti gunakan sistem tiketnya online, sehingga dari awal tahu menifes itu siapa dan tinggal di print saja tidak ditulis dengan tangan," kata Budi Karya.

    Budi Karya menjelaskan selama ini Pelabuhan Kali Adem dikelola langsung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Adapun, Kementerian Perhubungan di lokasi hanya bertindak untuk memastikan kelaikan jalan kapal dan keamanan perjalanan bagi para penumpang kapal.

    Menhub juga menuturkan bahwa menggunakan sistem tiket online justru bakal membuat proses pembelian menjadi lebih efisien. Selain itu, juga justru mempermudah kerja petugas pelabuhan karena mampu membuat data base yang lebih baik. Sehingga memudahkan armada untuk mencatat muatan atau manifes kapal.

    Baca berita tentang Kepulauan Seribu lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.