Macet di Ruas Jakarta-Cikampek, Jasa Marga Berlakukan Contraflow

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara yang diambil dengan menumpang Helikopter WhiteSky memperlihatkan suasana jalan tol Cikarang - Cikampek yang lengang pada H -2 Lebaran di kawasan Cikarang, Jawa Barat, Senin, 3 Juni 2019. ANTARA

    Foto udara yang diambil dengan menumpang Helikopter WhiteSky memperlihatkan suasana jalan tol Cikarang - Cikampek yang lengang pada H -2 Lebaran di kawasan Cikarang, Jawa Barat, Senin, 3 Juni 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Korp Lalu-lintas Polri bersama PT Jasa Marga Persero menerapkan sistem lalu-lintas lawan arah atau contraflow di Jalan Tol Jakarta menuju Cikampek KM 29 hingga KM 47. Rekayasa ini diberlakukan untuk mengantisipasi kemacetan lalu-lintas yang terjadi pada hari kedua Lebaran, Kamis, 6 Juni 2019.

    BACA: Jumlah Kendaraan Keluar Jakarta hingga H-1 Lebaran 2019: 1,2 Juta

    Kepala Departemen Komunikasi Jasa Marga Irra Susiyanti mengatakan kepadatan lalu-lintas terjadi di titik menjelang tempat peristirahatan atau rest area. "Menjelang Rest Area KM 33A dan KM 39A Jalan tol Jakarta-Cikampek," ucap Irra dalam keterangan tertulis, Kamis, 6 Juni 2019.

    Jasa Marga sebelumnya juga menerapkan rekayasa serupa untuk ruas tol Jakarta Outer Ringroad atau JORR E KM 41+200 hingga KM 45+500 Jalan Tol. Skenario lalu-lintas ini diterapkan pukul 09.40 WIB untuk mengurai kendaraan yang menumpuk di jalur tol dalam kota.

    BACA: H-3 Lebaran 2019, Contraflow Km 29 sampai Km 70 Arah Cikampek

    Menurut Irra, rekayasa lalu-lintas contraflow masih bakal diberlakukan selama masa silaturahmi berlangsung. Adapun titik-titik dalam kota yang diprediksi rawan macet adalah jalan menuju simpang susun Cikunir.

    "Jasa Marga mengimbau pengguna jalan dapat mengantisipasi titik awal pemberlakuan contraflow," ucapnya. Irra memastikan Jasa Marga telah memasang rambu-rambu lalu-lintas untuk mengantisipasi kendaraan terjebak di arus contraflow.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.