Antisipasi Kemacetan Saat Arus Balik, 10 Mobile Reader Disiagakan di GT Palimanan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan kendaraan dari arah Jakarta antre memasuki Gerbang Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis 30 Mei 2019. Korlantas Polri memberlakukan kebijakan satu jalur (one way) untuk kendaraan dari Jakarta menuju arah Jawa Tengah yang dimulai dari Km 70 Gerbang Tol Cikampek Utama, Jawa Barat hingga Km 263 ruas Tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Ratusan kendaraan dari arah Jakarta antre memasuki Gerbang Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis 30 Mei 2019. Korlantas Polri memberlakukan kebijakan satu jalur (one way) untuk kendaraan dari Jakarta menuju arah Jawa Tengah yang dimulai dari Km 70 Gerbang Tol Cikampek Utama, Jawa Barat hingga Km 263 ruas Tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Perhubungan bakal menambah sepuluh mobile reader di Gerbang Tol atau GT Palimanan saat masa arus balik berlangsung. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, dengan penambahan mobile reader ini, GT Palimanan akan memiliki 38 pintu.

    BACA: Puncak Arus Balik Lebaran Diperkirakan Terjadi 8 Juni

    “Secara teknis di sana (yang beroperasi) ada 28 gate. Tapi kami akan tambah mobile reader sehingga menjadi 38 gate,” ujar Budi Setiyadi saat ditemui di Posko Mudik Terpadu Kementerian Perhubungan, Selasa petang, 4 Juni 2019.

    Penambahan mobile reader dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya antrean kendaraan dari arah timur menuju Jakarta. Budi Setiyadi memprediksi, pintu Jalan Tol Palimanan akan menjadi salah satu zona merah rawan macet yang mesti diwaspadai saat masa arus balik.

    BACA: Kapal di Bawah 5.000 GT Dilarang Beroperasi di Bakauheni - Merak

    Sistem kerja mobile reader memungkinkan para petugas jalan tol menghampiri mobil-mobil pemudik untuk melakukan transaksi pembayaran jasa jalan tol. Dengan demikian, pemudik dapat langsung masuk ke jalan bebas hambatan tanpa mengantre di pintu tol. 

    Saat ditemui di tempat yang sama, Menteri Budi Karya Sumadi mengatakan volume kendaraan pada lalu-lintas selama arus balik diprediksi lebih padat ketimbang arus mudik. Sebab, waktu periode balik lebih pendek, yakni mulai 7 hingga 9 Juni. Dengan demikian, masyarakat hanya memiliki opsi waktu perjalanan kembali ke Ibu Kota selama tiga hari.

    Sebaliknya, pada arus mudik lalu, masyarakat memiliki alternatif waktu pulang ke kampung halaman lebih panjang. Adapun masa mudik berlangsung selama lima hari, yakni mulai 29 Mei hingga 3 Juni. 

    “Kita bayangkan mudik punya waktu ada 5-6 hari, sedangkan balik hanya 3 hari, jadi itu ada suatu kegiatan yang cukup padat saat balik,” ucapnya pada Selasa petang, 4 Juni 2019.

    Guna mengantisipasi kemacetan, selain menambah mobile reader, Kementerian Perhubungan akan memberlakukan jalur satu arah atau one way. One way rencananya diterapkan di GT Palimanan hingga Cikampek Utama KM 70, dan berlangsung pada 7 hingga 10 Juni.

    Baca berita tentang Arus Balik di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.