Kemenpar: Ekonomi dan Jumlah Wisman di Kepri Meningkat hingga Maret 2019

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara kawasan wisata Pulau Berhala di Singkep Selatan, Lingga, Kepulauan Riau, Selasa, 6 November 2018. Pulau seluas sekitar 47 hektare dengan panorama pasir putih yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tanjungjabung Timur, Jambi, tersebut merupakan salah satu potensi wisata daerah, yang ramai dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri, utamanya saat musim liburan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

    Foto udara kawasan wisata Pulau Berhala di Singkep Selatan, Lingga, Kepulauan Riau, Selasa, 6 November 2018. Pulau seluas sekitar 47 hektare dengan panorama pasir putih yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tanjungjabung Timur, Jambi, tersebut merupakan salah satu potensi wisata daerah, yang ramai dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri, utamanya saat musim liburan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani mengatakan perekonomian di Provinsi Kepulauan Riau atau Kepri meningkatan. Hal itu, kata dia, berkat positifnya pergerakan wisatawan mancanegara atau wisman yang berkunjung ke provinsi yang berbatasan langsung dengan Singapura itu.

    BACA: Libur Nyepi di Bali, 1196 Wisman Pindah ke Gili Trawangan

    Rizki Handayani mengatakan prospek perekonomian Kepri sebanding dengan positifnya kunjungan wisman. "Berdasarkan laporan Bank Indonesia Kepri, pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan II 2019 dilaporkan sangat positif,” kata Rizki dalam keterangan tertulis, Senin, 3 Juni 2019.

    Dia mengatakan pariwisata Kepri tumbuh antara 4,9 persen hingga 5,3 persen year on year. Untuk pergerakan inflasinya diperkirakan berada pada angka 3,5 persen sampai 1 persen (yoy). Di mengatakan stabilitas harga tersebut tetap berada pada koridor nasional.

    BACA: Menpar Yakin Wisman Borobudur Bisa Susul Angkor Wat Kamboja

    Sepanjang Januari-Maret 2019, kata Rizki, wisman yang berkunjung mengalami kenaikan hingga 12,57 persen. Angka riilnya adalah 672.177 orang. Pada periode sama tahun sebelumnya, pergerakan wisman berkisar 597.107 orang.

    “Pariwisata di Kepri terus berkembang. Ada banyak value yang didapatkan dari aktivitas ini, khususnya ekonomi. Industri pariwisata dan masyarakat luas mendapatkan akses bagus secara ekonomi di sana. Kami optimistis, pergerakannya secara keseluruhan akan makin membaik di periode bulan berikutnya,” kata Rizki.

    Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati menambahkan optimalisasi pergerakan wisman terlihat dari empat pintu masuk di Kepri. Wisatawan yang masuk melalui Batam sebanyak 69,54 persen. Atau sekitar 460.710 wisman. Sedangkan melalui Bintan mencapai 21,23 persen dengan pergerakan 142.671 wisman. Wisman yang datang melalui Tanjungpinang sebesar 5,67 persen atau 38.104 wisman, lalu 4,57 persen (30.692) masuk dari Karimun.

    “Pergerakan wisman memberikan dampak positif. Kehadirannya turut menggerakkan perekonomian di Kepri. Mereka melakukan transaksi untuk membeli kuliner, beragam cenderamata, juga lainnya. Ada banyak keuntungan ekonomi yang dinikmati masyarakat Kepri,” kata Dessy Ruhati.

    Melesatnya pergerakan wisman di Kepri didominasi wisatawan Singapura. Sepanjang triwulan I 2019, kunjungan wisatawan Singapura mencapai 310.367 orang. Diikuti Malaysia dengan 69.852 orang dan Tiongkok dengan 68.446 orang.

    Dia mengatakan berbagai upaya dilakukan untuk menjaga pergerakan wisman tetap positif di Kepri. "Pergerakan dari wisatawan Singapura memang sangat bagus. Meski demikian, negara lain tetap memiliki potensi sama besar. Untuk itu branding besar diberikan merata. Kami yakin, pergerakan wisman di luar top 3 Kepri akan optimal hingga akhir tahun,” ujar Dessy.

    Kepri selama ini dianggap sebagai destinasi yang eksotis bagi wisman. Sebab, alam, budaya, dan 'manmade' di Kepri sangat luar biasa. Penawaran dari wisata kuliner dan belanja juga menggiurkan. "Dengan beragam kombinasi tersebut, tingkat okupansi hotel berada di kisaran 49-50 persen. Length of stay wisman mencapai 1,92 hari," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.