Arus Balik, Penerapan Sistem Satu Arah Diperpanjang 41 Km

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemacetan panjang menjelang pintu tol Cikampek pada H-6 Lebaran pada 30 Mei 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Kemacetan panjang menjelang pintu tol Cikampek pada H-6 Lebaran pada 30 Mei 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah masih akan menerapkan rekayasa sistem satu arah atau one way pada masa arus balik Lebaran 7-9 Juni mendatang. Bahkan, untuk mengurai kepadatan lalu-lintas, jalur satu arah akan diberlakukan dari Gerbang Tol Palimanan hingga Cikampek atau lebih panjang 41 kilometer ketimbang saat arus mudik. 

    BacaPuncak Mudik Usai, Sistem Satu Arah Dihentikan Sejak 15.30

    Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, masa arus balik yang pendek membuat pemerintah harus mengatur cara agar kepadatan lalu-lintas tidak terlalu menyiksa pemudik. Pada masa arus mudik, otoritas terkait memberlakukan sistem satu arah mulai dari KM 70 Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, Jalan Tol Jakarta-Cikampek sampai KM 414 GT Kalikangkung, Jalan Tol Batang-Semarang. 

    “Kami usulkan untuk arus balik one way full sampai malam. Lalu one way kami usulkan sampai KM 29 (Cikampek),” ujar Budi Setiyadi melalui panggilan video dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Senin, 3 Juni 2019.

    Kementerian Perhubungan memilih skenario perpanjangan sistem satu arah lantaran waktu arus balik lebih singkat ketimbang arus mudik. Seperti diketahui, saat mudik masyarakat memiliki kesempatan lebih-kurang lima hari, mulai 29 Mei hingga 3 Juni. Namun, untuk masa balik, mayoritas karyawan hanya punya waktu tiga hari sebelum kembali bekerja, yakni tanggal 7 - 9 Juni 2019 saja.

    Pada 10 Juni, masyarakat sudah akan kembali melakukan kegiatan harian secara normal. Aktivitas di perkantoran, baik swasta maupun negeri, pun mulai akan bergeliat pada tanggal tersebut.

    Selain mengatur skenario sistem satu arah, Kementerian Perhubungan juga merencanakan contra flow atau melawan arah untuk jalur-jalur tertentu yang berpotensi macet. Kementerian Perhubungan bakal berkoordinasi dengan Jasa Marga dan Korp Lalu-lintas Polri untuk menentukan strategi rekayasa lalu-lintas ini. 

    Baca:Sistem Satu Arah di GT Cikampek Utama Berakhir Hari Ini

    Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Jasa Marga dan Ditjen Perhubungan Darat meniadakan Gerbang Tol Palimanan. Upaya ini dilakukan untuk mengurai kepadatan lalu-lintas di jalur tersebut yang diperkirakan menjadi zona merah kemacetan. “Konsolidasi harus dilakukan,” ucapnya.

    Simak lika-liku strategi sistem satu arah Tol Trans Jawa di Tempo.co

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.