Pertamina Diminta Bangun SPBU Permanen di Tol Trans Sumatera

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan melaju didalam Tol Bakauheni-Terbanggibesar di Kota Baru, Jati Agung, Lampung Selatan, Lampung, Kamis 30 Mei 2019. Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) menjadi jalur utama dalam mudik lebaran 2019. Tempo/Amston Probel

    Sejumlah kendaraan melaju didalam Tol Bakauheni-Terbanggibesar di Kota Baru, Jati Agung, Lampung Selatan, Lampung, Kamis 30 Mei 2019. Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) menjadi jalur utama dalam mudik lebaran 2019. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Palembang - Tol lintas Sumatera mulai dari arah Lampung hingga ke Palembang, Sumatera Selatan hingga saat ini belum dilengkapi dengan SPBU permanen. Tol yang sebagian besar masih bestatus fungsional tersebut baru dilengkapi dengan SPBU modular, Kios Pertamina Siaga, dan juga Motoris pembawa BBM Kemasan.

    Baca: H-5 Lebaran, Pertamina: Kenaikan Penyaluran Avtur Capai 7 Persen

    Oleh karena itu Komite Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, Ahmad Rizal, meminta agar PT Pertamina (Persero) untuk secepatnya membangun SPBU yang permanen pada setiap kawasan peristirahatan pengguna tol. “Mudik tahun depan mudah-mudahan SPBU-nya sudah ada,” kata Rizal, Senin, 3 Juni 2019.

    Menurut Rizal, SPBU merupakan salah satu komponen yang sangat penting pada setiap rest area baik pada musim pulang kampung ini maupun nanti pada hari-hari biasa. Dari keterangan yang dia dapat dari pihak Pertamina, SPBU Coco tersebut sedang dalam perencanaan pembangunan yang bekerjasama dengan PT Waskita Karya Tbk. dan PT Adhi Karya Tbk.

    Adapun pengoperasiaanya bakal dilakukan sendiri anak perusahaan PT Pertamina Retail. Dari pantauannya sepanjang jalan tol dari Bandar Lampung hingga ke Tol Palembang-Indralaya paling tidak ada beberapa SPBU Modular dengan sistem 1 dispenser 2  nozzle, SPBU kantong. “Penggunaan solar turun sedangkan  Pertamax dan sejenis akan meningkat 20 persen,” ujar Rizal.

    BPH Migas adalah suatu badan yang dibentuk untuk melakukan pengaturan pengawasan terhadap penyediaan dan pendistribusian bahan bakar minyak gas bumi serta pengangkutan gas bumi melalui pipa pada kegiatan usaha hilir. Dengan peran tersebut sebagaimana tahun-tahun sebelumnya,  BPH Migas terjun langsung ke lapangan untuk memastikan BBM tersedia dengan aman untuk mencukupi kebutuhan pemudik.

    Sementara itu Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II Sumatera Bagian Selatan memastikan ketahanan stok produk bahan bakar dalam keadaan aman baik di jalan lintas arteri maupun tol Trans Sumatera. General Manager MOR II, Primarini menjelaskan pihaknya menjadikan jalan tol sebagai titik fokus yang dimulai dari ruas Tol Operasional Bakauheni – Terbanggi Besar dan ruas Tol Fungsional Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung. 

    “Kami akan fasilitasi pemudik dengan beberapa titik SPBU Modular, Kios Pertamina Siaga, dan juga Motoris pembawa BBM Kemasan jika terjadi kemacetan,” kata Primarini.

    Baca: Pertamina Jamin Pasokan BBM di Tol Bakauheni - Terbanggi Besar

    Untuk di ruas tol ini, Primarini menyebutkan Pertamina sudah menyiapkan delapan (8) titik SPBU Modular dan delapan (8) titik Kios Pertamina Siaga disepanjang ruas Tol Trans Sumatera baik yang operasional maupun fungsional. Selain itu, sebanyak 15 motoris akan disebar di Lampung untuk membantu distribusi BBM Kemasan jika kemacetan terjadi. 

    Simak berita lainnya terkait Pertamina di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.