H-4 Lebaran 2019, Pemudik Menyeberang ke Bakauheni Meningkat

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan kendaraan pemudik yang akan menyeberang ke pulau Sumatera antre masuk kapal roro di Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu, 1 Juni 2019. Penumpukan kendaraan roda empat dan roda dua terjadi di tiap dermaga Pelabuhan Merak. ANTARA

    Ratusan kendaraan pemudik yang akan menyeberang ke pulau Sumatera antre masuk kapal roro di Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu, 1 Juni 2019. Penumpukan kendaraan roda empat dan roda dua terjadi di tiap dermaga Pelabuhan Merak. ANTARA

    TEMPO.CO, Bandarlampung -Menjelang H-4 hari Lebaran 2019 jumlah pemudik yang menyeberang dari Pelabuhan Merak Banten ke Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan mencapai 30.350 orang.

    BACA: Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Merak Diprediksi Malam Ini

    Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni Sugeng Purwono, di Lampung Selatan Provinsi Lampung, Minggu, 2 Juni 2019 mengatakan berdasarkan data laporan per 12 jam dari Pukul 08.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB arus mudik di Pelabuhan Bakauheni dari tujuh dermaga di sana mencapai 30.350 orang.

    Dengan rincian pemudik pejalan kaki mencapai 2.221 orang sedangkan pemudik dengan kendaraan sebanyak 28.129 orang yang diangkut dengan 36 kapal ferry."Ya kita mengoperasikan 36 kapal dalam 12 jam dengan 55 trip penyeberangan," kata dia.

    BACA: Pagi Ini Tol Cikampek Padat Lagi Setelah One Way Diakhiri

    Sementara itu jumlah kendaraan yang masuk di Pelabuhan Bakauheni per 12 jam mencapai mencapai 5.186 unit baik roda dua maupun roda empat.

    Rinciannya untuk kendaraan roda dua yang masuk ke Pelabuhan Bakauheni sebanyak 579 unit sedangkan untuk kendaraan roda empat, seperti mobil pribadi, bus dan truk mencapai 4.607. "Ada peningkatan sedikit pemudik Lebaran 2019 pada hari ini daripada hari kemarin," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.