Jokowi Minta Maskapai Asing Masuk Indonesia, Ini Kata Menhub

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat komersial maskapai Citilink mendarat di landasan Yogyakarta International Airport (YIA) saat

    Pesawat komersial maskapai Citilink mendarat di landasan Yogyakarta International Airport (YIA) saat "Proving Flight" di Kulon Progo, DI Yogyakarta, Kamis 2 Mei 2018. Uji coba perdana pesawat komersial dengan rute penerbangan CKG-YIA-CKG tersebut menjadi salah satu bagian persiapan operasional YIA. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan akan mempelajari gagasan Presiden Joko Widodo untuk mengundang maskapai asing masuk ke Indonesia sebagai solusi menurunkan harga tiket pesawat. 

    Baca Juga: Jumlah Penumpang Lewat Bandara Malang Anjlok Hampir 30 Persen

    "Ya ide Pak Presiden bagus sekali. Kita akan mempelajari. Insya Allah akan dilaksanakan," ujarnya seusai melepas pemudik di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat, 31 Mei 2019.

    Budi Karya memandang, ada peluang Indonesia membuka diri untuk operator maskapai luar negeri. Namun, regulator mesti memastikan perusahaan asing itu memiliki kantor korporasi di Tanah Air.  Setelah perusahaan cabang dibangun di dalam negeri, 51 persen kepemilikan korporasi harus dipegang oleh negara.

    Selain syarat 51 persen kepemilikan saham itu, Budi Karya mengatakan masih ada syarat lainnya. Misalnya memperhatikan asas cabotage yang berlaku untuk pelayanan penerbangan. 

    Dengan kemungkinan masuknya maskapai asing ke pasar dalam negeri, Budi Karya mengatakan tak perlu ada regulasi anyar. "Regulasi yang sekarang
    enggak perlu diganti. Ikuti saja," ucapnya.

    Ide Jokowi untuk mengundang operator penerbangan asing masuk bursa maskapai ke dalam negeri baru saja dilontarkan belakangan. Dalam wawancara bersama sebuah media nasional, Jokowi mengatakan salah satu cara yang tepat untuk menurunkan harga tiket pesawat adalah dengan membuka kompetisi.

    Artinya, maskapai asing yang masuk ke dalam negeri dapat mendirikan perseroan terbatas. Maskapai berbedera luar juga dipersilakan membuka rute domestik untuk menghindari kartel dan memacu kompetisi dagang di dunia penerbangan.

    Baca: Menjelang Masa Mudik Lebaran, Keamanan Bandara Diperketat

    Saat ini, dunia penerbangan di Indonesia hanya dikuasai dua maskapai besar yaitu Lion Group dan Garuda Group. Lion Group membawahi Lion Air, Batik Air, dan Wings Air. Sedangkan Garuda Indonesia Group sebagai induk perusahaan dari Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya, dan Nam Air.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.