Traveloka Beri Tip Agar Konsumen Tak Terjebak Tiket Pesawat Mahal

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bersama Traveloka, kini masyarakat bisa mendapatkan kelancaran dalam penerbangan hanya bermodal aplikasi ponsel. (Foto: Shutterstock)

    Bersama Traveloka, kini masyarakat bisa mendapatkan kelancaran dalam penerbangan hanya bermodal aplikasi ponsel. (Foto: Shutterstock)

    TEMPO.CO,Jakarta - Perusahaan penyedia layanan pemesanan tiket pesawat berbasis aplikasi, Traveloka, membeberkan tip bagi konsumen untuk memilih jenis penerbangan saat akan melakoni transaksi. Tip ini dibagikan agar pelanggan tak terperangkap dalam 'jebakan' tiket pesawat mahal.

    Baca juga: Tiket Pesawat Bandung-Medan 21 Juta, Traveloka: Itu Kelas Bisnis

    Public Relations Director Traveloka Sufintri Rahayu mengatakan konsumen harus memastikan jenis penerbangan sesuai kebutuhannya lebih dulu. "Untuk dapat memilih penerbangan langsung (direct flight), pengguna juga dapat dengan mudah melakukan filter," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Jumat, 31 Mei 2019.

    Cara menyaring kebutuhan ialah, pelanggan mesti menentukan tujuan, tanggal bepergian, dan kelas penerbangan. Opsi-opsi ini tertampil di halaman muka pada kolom pemesanan di aplikasi. Selanjutnyan, halaman akan menampilkan hasil pencarian. Setelah muncul hasilnya, pelanggan cukup mengeklik tombol 'filter'.

    Cara kedua, pada kolom yang menampilkan bagian ‘Transit’, pelanggan diminta memilih menu ‘langsung’. Karenanya, yang ditampilkan saat itu hanyalah penerbangan langsung. Notabene, penerbangan langsung memiliki harga yang lebih murah ketimbang penerbangan transit.

    "Pengguna juga kami imbau untuk memastikan bahwa kelas penerbangan yang dicari sesuai dengan keinginan," ucapnya. Jika ingin mencari kelas bujet, pelanggan diminta memilih kelas ekonomi di halaman pemesanan tiket.

    Adapun harga dalam aplikasi sifatnya berubah-ubah. Terutama, saat masa ramai kunjungan atau peak season berlangsung.

    Harga tiket pesawat di Traveloka sebelumnya menjadi sorotan publik karena sempat menampilkan harga penerbangan rute Bandung-Medan mencapai Rp 21 juta. Manajemen Traveloka belakangan menjelaskan, tingginya tarif itu terjadi lantaran perjalanan pesawat bukan relasi langsung Bandung-Medan, melainkan rute transit.

    Pesawat tersebut mesti transit di beberapa kota, di antaranya Denpasar dan Jakarta. Penjualan tiket rute transit dengan maskapai kelas bisnis ini muncul dalam daftar pemasaran karena tiket untuk rute langsung Bandung - Medan kelas ekonomi sudah ludes.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat menyayangkan hal tersebut. Ia bahkan meminta maskapai penerbangan Garuda Indonesia menegur Traveloka terkait penjualan tiket pesawat tersebut.

    "Kami minta Garuda (Indonesia) tegur Traveloka yang menjadi partnernya karena itu menyesatkan informasinya Bandung ke Kualanamu (Medan) itu Rp 21 juta," ujar Budi Karya saat ditemui wartawan di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis petang, 30 Mei 2019.

    Eks bos Angkasa Pura II itu kemudian meminta sejumlah stakeholder mengedepankan kejelasan informasi dan berlaku konstruktif. Selain untuk menjaga iklim bisnis, sikap ini juga berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat.

    Baca berita Tiket Pesawat lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.