Menhub: H-6, Kenaikan Jumlah Pemudik Signifikan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan telekonferensi dengan operator Bandara, Pelabuhan, dan Terminal di seluruh Indonesia untuk memantau Mudik. Telekonferensi dilakukan di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, 30 Mei 2019. Tempo/Francisca Christy Rosana

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan telekonferensi dengan operator Bandara, Pelabuhan, dan Terminal di seluruh Indonesia untuk memantau Mudik. Telekonferensi dilakukan di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, 30 Mei 2019. Tempo/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pada 30 Mei 2019 atau H-6 lebaran terjadi kenaikan jumlah pemudik yang signifikan. Hal itu ditandai dengan jumlah pemudik di gerbang tol Cikampek Utama yang terpantau padat.

    Baca juga: Anies Baswedan Imbau Pemudik Kurangi Penggunaan Gadget, Kenapa?

    “Kami mengevaluasi apa yang kita lakukan hari ini, dari pantauan kita hari ini memang ada kenaikan jumlah pemudik dan bahkan pemudik itu berangkat lebih awal,” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 Mei 2019.

    Menurut dia, kenaikan jumlah pemudik rata-rata tiap tahun sebesar 4 hingga 7 persen. Ditambah dengan adanya infrastruktur yang bagus seperti jalan tol dari Merak sampai Probolinggo, maka minat pemudik itu makin banyak.

    “Kami belum bisa memastikan jumlahnya berapa tapi dengan antusiasme masyarakat yang baru kita perkirakan baru besok puncak mudik, hari ini sudah mencapai suatu puncak,” ujarnya.

    Budi berharap kepadatan ini relatif rata karena waktu mudik yang relatif panjang dari 30 Mei sampai dengan 4 Juni 2019. Dia berharap itu bisa berjalan dengan baik dan kepadatan yang rata bukan hanya di 30 Mei atau 31 Mei saja, tapi rata ke tanggal 1-4 Juni. Sehingga pemudik mendapatkan suatu layanan yang baik.

    Budi juga berkomentar terkait penerapan kebijakan satu arah atau one way. Dia menilai kebijakan ini sangat efektif untuk mengurangi kepadatan arus mudik. Ditambah kebijakan ini juga bersifat dinamis menyesuaikan kondisi kepadatan lalu lintas.

    “Satu arah yang semula dilakukan pukul 9, dimajukan menjadi pukul 8, dan itu sangat efektif sehingga pukul 10 itu sudah cair semuanya. Apa yang kita sepakati dengan Kakorlantas, one way itu kita lakukan secara dinamis dan itu telah diaplikasikan hari ini,” ujarnya.

    Seperti diketahui Korlantas menerapkan sistem satu arah atau one way dan contraflow secara dinamis di ruas Tol Cikampek ke arah timur, untuk memberikan kesempatan pemudik dari Bandung tetap bisa melewati jalan tol.

    “Tentu km 70 menjadi sangat penting bagaimana kita memutuskan pada saat mana kita melakukan one way dan pada saat kita melakukan satu arah atau kami melakukan dengan contra flow,” kata Budi.

    Baca berita Pemudik lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.