Revitalisasi Pasar Kosambi, Mendag: Nanti Kita Cari Mekanismenya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas bersiap memadamkan api yang membakar sejumlah kios di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, Ahad, 19 Mei 2019. Petugas terus berusaha mengendalikan titik-titik api sejak Sabtu malam. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas bersiap memadamkan api yang membakar sejumlah kios di Pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, Ahad, 19 Mei 2019. Petugas terus berusaha mengendalikan titik-titik api sejak Sabtu malam. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku belum menemukan cara membantu revitalisasi Pasar Kosambi di Kota Bandung yang sempat mengalami kebakaran hebat pada 18 Mei 2019 lalu. “Kita belum menemukan mekanismenya, nanti kita cari,” kata dia, Kamis, 31 Mei 2019.

    Baca: Kementerian Perdagangan Akan Revitalisasi 5.000 Pasar Rakyat

    Enggar menolak ditanyai lebih jauh soal rencana kementeriannya terhadap pasar tersebut selepas berkeliling di pasar tersebut. Ia langsung bergegas ke mobilnya selepas berkeliling di pasar tersebut dan berbicara dengan sejumlah pedagang yang berjualan di areal parkir pasar tersebut. “Soal ini masih dalam proses penelitian,” kata dia.

    Pjs Direktur Utama PD Pasar Jaya, Andri Salman mengaku, sempat meminta bantuan dana Kementerian Perdagangan saat bertemu Enggar yang berkunjung ke Pasar Kosambi. PD Pasar Jaya misalnya membutuhkan dana Rp 250 miliar untuk merehabilitasi Pasar Kosambi, tanpa memugar bangunan gedung yang ada kendati sempat mengalami kebakaran hebat. “Sudah saya minta RP 250 miliar, tapi gak bisa,” kata dia, Kamis, 30 Mei 2019.  

    Alasannya, Pasar Kosambi merupakan pemerintah kota yang sudah dipisahkan, menjadi penyertaan modal PD Pasar Jaya. Dana kementerian untuk revitalisasi pasar misalnya hanya bisa diserahkan pada pemerintah daerah, bukan perusahaan daerah atau BUMD. “Aturannya itu,” ucap Andri.

    Kementerian hanya menjanjikan bantuan tenda bagi ratusan pedagang yang menggelar lapak jualan darurat di tempat parkir di depan Pasar Kosambi. Sementara dari sedikitnya 500 pedagang yang memiliki lapak jualan di Pasar Kosambi, hanya 216 pedagang yang mendapat lapak di tempat parkir.

    Sisanya dijanjikan boleh berjualan di Lantai 1 gedung Pasar Kosambi yang tidak terbakar,  tapi batal karena pihak kepolisian melarangnya sebelum audit struktur beton  pasar tersebut dilakukan.

    Andri mengatakan, sejumlah pedagang mengklaim kerugian menembus miliaran rupiah. “Ada satu kios yang mengaku menyetok bahan kue sampai Rp 1 miliar, ada yang nyetok Rp 3 miliar, klaim mereka. Tapi kita hitung wajar (kerugian akibat kebakaran) sekitar Rp 200 miliar,” kata dia.

    PD Pasar Jaya menghitung butuh Rp 37-40 miliar untuk membersihkan bangunan gedung dari puing sisa kebakaran dan melakukan perbaikan seadanya agar bisa ditempati lagi. “Tapi kalau untuk mengaktifkan semua lantai, tapi bukan memugar, butuh Rp 250 miliar,” kata Salman. 

    Baca: Bazar Ramadan, Kemendag Bidik Transaksi Lebih dari Rp 2,38 Miliar

    Enggar ditemani sejumlah pejabat Kementerian Perdagangan, dan Dinas Perdagangan setempat mengunjungi dua pasar tradisional di Kota Bandung yakni Pasar Cicadas dan Pasar Kosambi. Di Pasar Cicadas, Enggar menanyai pedagang soal harga bahan makanan yang diperdagangkan memasuki pekan terakhir Ramadan. “Harga sudah stabil,” ucapnya.

    Simak berita lainnya terkait revitalisasi pasar di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.