H-7 Lebaran, Jumlah Penerbangan Rute Domestik di 36 Bandara Turun

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung tengah berburu tiket pada Astindo Travel Fair di Jakarta Convention Center, Jumat, 22 Februari 2019. Selain tiket pesawat murah, berbagai paket tour juga ditawarkan. TEMPO/Tony Hartawan

    Pengunjung tengah berburu tiket pada Astindo Travel Fair di Jakarta Convention Center, Jumat, 22 Februari 2019. Selain tiket pesawat murah, berbagai paket tour juga ditawarkan. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan mencatat tren jumlah keberangkatan penumpang pesawat rute domestik pada H-7 Lebaran tahun ini merosot. Berdasarkan data terakhir Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, penumpang di 36 bandara sepekan sebelum Idul Fitri menurun 21,1 persen ketimbang tahun lalu. 

    Baca: Peserta Mudik Gratis Naik, Rini Soemarno: Terpengaruh Laba BUMN

    "Penumpang rute mancanegara juga turun," ujar Ketua Harian Posko Mudik Terpadu Kementerian Perhubungan Cucu Mulyana di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis petang, 30 Mei 2019. Berdasarkan angka yang dipaparkan, jumlah keberangkatan penumpang tujuan internasional menurun 2,7 persen.

    Sementara itu, menurut pantauan Tempo di posko tersebut, penumpang rute domestik untuk keberangkatan di 36 bandara pada H-7 Lebaran 2019 berjumlah 228.422 jiwa. Sedangkan tahun lalu sebanyak 289.522 jiwa. 

    Penurunan tak hanya terjadi untuk jumlah penumpang, melainkan juga penerbangan. Menurut data yang sama, jumlah pesawat yang beroperasi hingga sepekan sebelum Idul Fitri pada 2019 di 36 bandara rute domestik hanya 1.870 penerbangan. Angka ini turun 17,77 persen dari tahun lalu yang mencapai 2.274 penerbangan. 

    Anjloknya jumlah penumpang juga dicatat oleh PT Angkasa Pura I. Corporate Communication AP I Awaludin mengatakan pergerakan penumpang di seluruh bandara yang dikelola perseroannya pada H-7 tahun ini menurun 17 persen dari tahun lalu. "Kalau untuk pesawat, penurunan dari tahun 2018 sebesar 13 persen," ujar Awaludin dalam pesan pendek kepada Tempo.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya mengatakan merosotnya jumlah penumpang angkutan udara didorong oleh sejumlah faktor. Misalnya, kenaikan harga tiket pesawat. 

    Selain itu, terjadi pertumbuhan penumpang untuk angkutan moda lain, seperti moda darat dan laut. Budi Karya berujar, pertumbuhan penumpang di sisi darat ditandai dengan pertambahan sejumlah armada bus. "Kami lakukan launching bus Trans Jawa kemarin," ucapnya. 

    Otoritas Terminal Pulogebang dalam laporannya menunjukkan penumpang yang berangkat melalui terminal tersebut pada H-7 Lebaran sebanyak 7.392 orang. Sedangkan tahun sebelumnya hanya berkisar 2.500-3.000 orang. 

    Baca: Tiket Pesawat Bandung-Medan 21 Juta, Traveloka: Itu Kelas Bisnis

    Selain dari sisi darat, Budi mengakui, animo masyarakat mudik Lebaran menggunakan kapal laut melonjak. Peningkatan tajam khususnya terjadi di tiga pelabuhan yakni Pelabuhan Teluk Banyu, Pelabuhan Tual, dan Pelabuhan Biak. Kementerian mencatat, pertumbuhan penumpang di tiga pelabuhan tersebut mencapai 200 persen. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).