Mudik Gratis di Malang Kurang Peminat

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik membawa barang bawaan saat mengikuti mudik gratis bersama pertamina di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Rabu, 29 Mei 2019. Pada mudik gratis ini pertamina menyediakan 79 bus dengan peserta 5000 orang yang berangkat dari Taman Mini. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Pemudik membawa barang bawaan saat mengikuti mudik gratis bersama pertamina di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Rabu, 29 Mei 2019. Pada mudik gratis ini pertamina menyediakan 79 bus dengan peserta 5000 orang yang berangkat dari Taman Mini. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Malang -Fasilitas mudik gratis ke lima daerah yang disediakan Pemerintah Kabupaten Malang tidak begitu diminati masyarakat. Baru sebanyak 150 orang yang mendaftar dalam tempo dua bulan masa pendaftaran penumpang.

    BACA: Gelar Mudik Gratis 2019, BUMN Anggarkan Dana Rp 100 Miliar

    Padahal, menurut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang EK Hafi Lutfi, fasilitas mudik gratis diberikan kepada siapa pun yang berminat, tidak harus warga Kabupaten Malang. Syaratnya pun mudah, cukup tunjukkan kartu tanda penduduk dan kartu keluarga.

    “Fasilitas mudik gratis juga untuk meringankan beban masyarakat yang ingin mudik, juga untuk mengurangi kemacetan selama arus mudik dan arus balik,” kata Lutfi, Kamis, 30 Mei 2019.

    BACA: Ikut Mudik Gratis, Pedagang Warung Indomie: Hemat Rp 1,2 Juta

    Lutfi tidak tahu penyebab rendahnya animo masyarakat memanfaatkan fasilitas mudik gratis. Ia hanya memastikan fasilitas mudik gratis tetap dibuka sampai semua kursi terisi atau maksimal 3 Juni pendaftaran ditutup.

    Pendaftaran mudik gratis dibuka mulai Maret dengan target peserta 250 orang. Disediakan masing-masing satu bus kapasitas 50 orang bagi pemudik yang ingin ke Madura, Ngawi, Banyuwangi, Pacitan, dan Bondowoso. Dari 150 orang yang sudah mendaftar, mayoritas mudik ke Madura.

    Direncanakan, bus mudik gratis diberangkatkan dari halaman pendapa Kabupaten Malang dan seremoni pelepasan dipimpin Wakil Bupati Malang Sanusi.

    Pemerintah Kota Malang juga menyelenggarakan mudik gratis. Sebanyak 18 bus disediakan untuk mengangkut pemudik. Jumlah bus ini gabungan 12 yang disiapkan Pemerintah Kota Malang—didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah—dan 6 bus lagi disediakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

    Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kota Malang Ngoedijono mengatakan, para pemudik akan diberangkatkan pada Jumat besok, 31 Mei. Jumlah bus gratis yang disediakan untuk mengangkut pemudik tidak selalu sama.

    Pemudik tujuan Pulau Madura, yakni Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep, masing-masing diangkut dengan empat dan tiga bus. Lalu, masing-masing dua bus disedikan untuk mengangkut pemudik tujuan Banyuwangi, Bojonegoro, dan Ngawi.

    Selebihnya, disiapkan satu bus untuk membawa pemudik tujuan Trenggalek, Ponorogo, Madiun, dan Situbondo. Ngoedijono memastikan bus tetap berangkat berapa pun jumlah pemudik yang diangkut. Namun, bus-bus itu tidak melayani penumpang untuk arus balik. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hasil Sensus 2020 yang Menentukan Penentuan Kebijakan Pembangunan

    Akan ada perbedaan pada penyelenggaraan sensus penduduk yang ketujuh di tahun 2020. Hasil Sensus 2020 akan menunjang penentuan kebijakan pembangunan.