Harga Bawang Putih Turun Signifikan, Kemendag: Karena Impor

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang bawang putih. TEMPO/Imam Sukamto

    Pedagang bawang putih. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan atau Kemendag menyatakan saat ini harga bawang putih telah mengalami penurunan setelah sempat melonjak pada awal pekan Ramadan atau puasa. Penurunan harga bawang putih salah satunya karena adanya kebijakan impor untuk menstabilkan harga.

    Baca: Darmin: Bawang Putih dan Tiket Pesawat Sumbang Inflasi Terbesar

    "O iya, dong. Selain operasi pasar yang ikut menurunkan harga, hal ini juga sejalan dengan importasi yang sudah diberikan izin oleh Kemendag itu cukup signifikan turunkan harga," kata Inspektur Jenderal Kemendag, Srie Agustina, ditemui di Pasar Minggu Jakarta Selatan, usai mengelar kegiatan pemantauan harga, Rabu 29 Mei 2019.

    Pada April 2019, Kemendag telah memberikan izin impor bawang putih kepada 7 perusahaan dengan kuota kurang lebih 100 ribu ton. Adapun pada Mei 2019 ini, Kemendag juga telah memberikan izin impor kepada 11 perusahaan dengan kuota impor mencapai 125 ribu ton. Kebijakan impor dikeluarkan salah satunya untuk menstabilkan harga dan menjaga stok menjelang lebaran.

    Kenaikan harga bawang putih pada pekan pertama bulan Ramadan atau puasa tahun ini banyak dikeluhkan pedagang. Sebab, harga bawang putih di pasaran saat itu tembus Rp 70.000 - Rp 80.000 per kilogram. Bahkan, di beberapa pasar harganya bisa mencapai Rp 100.000 per kilogram. Padahal rata-rata harga bawang putih sebelumnya Rp 32.000 hingga Rp 35.000 per kilogram.

    Srie menjelaskan saat ini harga bawang putih di sejumlah lokasi hasil pemantauan sudah mulai stabil. Misalnya, di Pasar Minggu, harga bawang putih telah turun menjadi Rp 40.000 per kilogram untuk jenis honan dan Rp 50.000 per kilogram untuk jenis koting. Adapun sebelumnya mencapai Rp harga Rp 70.000 ribu hingga Rp 80.000 per kilogram.

    Sementara itu, harga bawang putih di Pasar Jatinegara sebelumnya berkisar antara Rp 80.000 hingga Rp 90.000 per kilogram. Saat ini harganya telah turun menjadi Rp 40.000 per kilogram untuk jenis honan dan Rp 45.000 per kilogram untuk jenis koting.

    Baca: Survei BI: Tiket Pesawat, Bawang Putih Kerek Inflasi Mei

    Dalam kesempatan itu, Srie juga memastikan bahwa pasokan bawang putih masih cukup hingga hari raya lebaran atau Idul Fitri. Dia juga mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan stok bawang putih untuk menstabilkan harga lewat operasi pasar. "Walau tentu saja kami berharap harga ini akan terus turun sampai dengan harga yang layak dan wajar yaitu Rp 32 ribu di pasar rakyat dan Rp 35 ribu di pasar modern," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.