Mudik Lewat Tol Trans Jawa, Perhatikan Skema Sistem Satu Arah Ini

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara Gerbang Tol Cikarang Utama di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 16 Mei 2019. PT Jasa Marga akan merelokasi Gerbang Tol Cikarang Utama yang mengalami penyempitan akibat proyek jalan tol layang ke Gerbang Tol Cikampek Utama di KM 70 Tol Jakarta-Cikampek untuk meminimalkan kemacetan saat arus mudik.  ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Foto udara Gerbang Tol Cikarang Utama di Bekasi, Jawa Barat, Kamis 16 Mei 2019. PT Jasa Marga akan merelokasi Gerbang Tol Cikarang Utama yang mengalami penyempitan akibat proyek jalan tol layang ke Gerbang Tol Cikampek Utama di KM 70 Tol Jakarta-Cikampek untuk meminimalkan kemacetan saat arus mudik. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa ada skema anyar dalam penerapan sistem satu  arah alias one way di Jalan Tol Trans Jawa selama masa mudik Lebaran. "Saya baru dapat informasi dari Direktur Operasional Jalan Tol," ujar dia di Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2019 Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019.

    Baca: BI: Penarikan Uang Tunai Capai Rp 37 T Hingga Hari Ke-12 Ramadan

    Ahmad mengatakan skema itu adalah perpaduan antara contraflow dan sistem satu arah, yang diterapkan pada Kamis pagi, 30 Mei 2019 hingga tanggal 2 Juni 2019. Rinciannya, sistem contraflow akan diterapkan mulai dari Kilometer 29 hingga Kilometer 61 Tol Trans Jawa sejak pukul 06.00 WIB. "Bus dapat prioritas dari pintu Cikopo masuk yang dari utara ke jalan tol."

    Selanjutnya, arus searah akan dilakukan mulai dari Kilometer 70 atau pada Gerbang Tol Cikampek Utama hingga kilometer 263 di Pintu Keluar Tol Brebes Barat. Sistem satu arah akan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Apabila dibutuhkan, polisi bisa memperpanjang waktu penerapan sistem searah tersebut.

    Adapun untuk arus balik, Ahmad Yani mengatakan, sistem satu arah akan berlaku dari Kilometer 263 hingga Kilometer 70. Sistem satu arah itu akan diberlakukan mulai tanggal 7-10 Juni 2019 pada pukul 12.00 - 24.00 WIB.

    Meski demikian, Ahmad Yani mengatakan Korps Lalu Lintas Kepolisian RI masih akan melihat terlebih dahulu kondisi arus lalu lintas esok hari. Bila sudah masuk kategori padat, maka skema itu baru dilakukan. Apabila tidak, bisa saja sistem tersebut tidak dilakukan. "Korlantas akan melihat secara situasional."

    Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, pemindahan titik jalur satu arah mempertimbangkan jalur non-tol yang akan terkena dampak akibat pemberlakuan kebijakan. Bila jalur searah tetap diberlakukan di Cikarang Utama, lalu-lintas alternatif di sekitar Bekasi hingga Karawang dikhawatirkan padat lantaran kendaraan menumpuk.

    Budi Setiyadi memastikan, sistem satu arah tidak akan berlaku selama 24 jam, melainkan fleksibel, menyesuaikan dengan kondisi lalu-lintas.

    Baca juga: Menhub Jawab Keluhan Pengusaha Bus Soal Sistem Satu Arah

    Data Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenhub menunjukkan, jumlah pemudik dari Jabodetabek pada masa Lebaran 2019 diperkirakan mencapai 14.901.468 orang. Angka ini setara dengan 44,1 persen dari total penduduk Jabodetabek yang berjumlah 33.759.549 orang. Rata-rata tujuan pemudik dari Jabodetabek ialah wilayah Jawa Tengah.

    Menurut sigi, sebesar 37,68 persen atau 5.615.408 orang bakal mudik Lebaran ke Jawa Tengah. Sedangkan pemudik ke Jawa Barat diprediksi berjumlah 24,89 persen atau 3.709.049 orang dan pemudik dengan tujuan Jawa Timur hanya 11,14 persen atau 1.660.625 orang. 

    CAESAR AKBAR | FRANCISCA CHRISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.