H-7 Lebaran, Jumlah Keberangkatan Pesawat Turun 66,45 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang pesawat melakukan lapor diri di konter chek in Terminal 1 B Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 26 Mei 2019. Memasuki H -9 Idul Fitri 1440 H banyak masyarakat yang pulang mudik lebih awal untuk menghindari harga tiket yang semakin mahal jika mendekati Lebaran. ANTARA

    Sejumlah penumpang pesawat melakukan lapor diri di konter chek in Terminal 1 B Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 26 Mei 2019. Memasuki H -9 Idul Fitri 1440 H banyak masyarakat yang pulang mudik lebih awal untuk menghindari harga tiket yang semakin mahal jika mendekati Lebaran. ANTARA

    TEMPO.CO, JakartaKetua Harian Posko Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2019 Ahmad Yani menyatakan ada penurunan jumlah keberangkatan pesawat pada sepekan sebelum lebaran alias H-7 dibandingkan tahun lalu. "Perhubungan udara ini menarik," ujar dia di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019.

    Baca: BI Sediakan Penukaran Uang di Tol Trans Jawa, Ini Titik Lokasinya

    Berdasarkan pemantauan di 35 bandara hingga siang hari ini, Rabu, 29 Mei 2019, jumlah keberangkatan pesawat tercatat 763 kali. Angka tersebut turun sebesar 66,45 persen ketimbang tahun lalu yang mencapai 2.274 kali penerbangan.

    Sementara, jumlah penumpang juga tercatat baru 66.766 orang alias turun 76,94 persen dari tahun lalu. Pada 2018, jumlah penumpang angkutan udara adalah sebesar 289.522 orang.

    "Kalau udaranya turun, biasanya moda laut naik untuk wilayah timur dan wilayah tengah," kata Ahmad. Berdasarkan informasi yang ia miliki, jumlah penumpang angkutan laut disebut mengalami kenaikan rata-rata sekitar 30 persen. "Artinya, perpindahan moda terjadi dari udara ke laut."

    Ahmad Yani mengatakan data itu masih data sementara. Sehingga dia belum bisa menyimpulkan penyebab turunnya angka keberangkatan penerbangan itu. Di samping, ia meyakini masih ada penerbangan lainnya hingga malam nanti. "Masih ada penerbangan sampai nanti malam," ujar dia.

    Adapun jumlah kedatangan juga terpantau mengalami penurunan. Jumlah kedatangan pesawat tahun ini tercatat 601 penerbangan alias turun 73,43 dari sebelumnya 2.262 penerbangan. Sementara jumlah penumpang tercatat 49.564 orang atau turun 83,01 persen dari sebelumnya 291.704 orang.

    Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti mengatakan bakal ada penurunan pertumbuhan jumlah penumpang pesawat pada masa mudik Lebaran 2019. "Bukan perlambatan, tumbuh tapi kecil," ujar dia di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, 21 Mei 2019.

    Misalnya saja penerbangan domestik yang pada tahun 2018 tumbuh sekitar 4,49 persen, tahun ini pertumbuhannya hanya sekitar 2,38 persen saja. Hal serupa terjadi pada penerbangan ke luar negeri yang sebelumnya tumbuh 11 persen. Tahun ini, peningkatan penerbangan ke luar negeri selama masa Lebaran hanya 7,8 persen.

    Baca: Pantau Harga Bahan Pokok, Kemendag Cermati Harga Bawang Putih

    Polana tidak menyebut secara pasti penyebab penurunan pertumbuhan jumlah penumpang pesawat pada masa Lebaran tahun ini. Namun, ia menyebut salah satu faktornya adalah infrastruktur perhubungan yang kini lebih bagus. Sehingga, pemudik punya banyak pilihan untuk pulang ke kampung halaman. "Sebagian beralih."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.