Urai Kepadatan di Tol Trans Jawa, Jalur Selatan Dioptimalkan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara perbaikan jalan di Tol Cipali Kilometer 141, Jawa Barat, Minggu 12 Mei 2019. Perbaikan dan pemeliharaan sejumlah ruas tol dilakukan jelang mudik Lebaran 2019. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Foto udara perbaikan jalan di Tol Cipali Kilometer 141, Jawa Barat, Minggu 12 Mei 2019. Perbaikan dan pemeliharaan sejumlah ruas tol dilakukan jelang mudik Lebaran 2019. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah berupaya mengurai penumpukan kendaraan di jalur Tol Trans Jawa dengan mengoptimalkan jalan lintas selatan non-tol selama mudik Lebaran 2019 ini. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan bakal mengajak masyarakat secara persuasif untuk memilih jalur alternatif tersebut.

    Baca juga: Puncak Mudik 2019 di Tol Cikampek Diprediksi H-5 Lebaran

    "Jadi, jangan hanya menggunakan jalan tol saja. Tetapi (jalur) selatan ini tetap menjadi favorit dan alternatif," ujar Budi saat meninjau jalur Nagrek-Limbangan, seperti keterangan yang disampaikan Humas Kementerian Perhubungan kepada Tempo, Rabu, 29 Mei 2019.

    Budi Karya mengatakan, masyarakat tak perlu ragu melewati jalur lintas selatan. Ia memastikan infrastruktur di jalan lintas selatan telah siap dilalui pemudik. Selain itu, sejumlah stakeholder telah menyiapkan posko peristirahatan yang dilengkapi dengan kebutuhan toilet, musala, makan, minum, hingga pengecekan kendaraan.

    Mantan bos Angkasa Pura II itu mengakui bahwa euforia pemudik tahun ini ialah melewati Jalan Tol Trans Jawa. Namun ia meyakini pemudik tujuan Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Jawa Tengah tetap akan memilih jalur lintas selatan.
    "Jalur selatan tetap memiliki magnet khusus untuk dilalui pemudik yang berasal dari Jakarta," ujarnya.

    Untuk memastikan kelancaran arus mudik via jalur selatan, pemerintah telah melakukan sejumlah skenario. Selain mengatur skema lalu-lintas dengan menerapkan kemungkinan buka-tutup oleh Polri, pemerintah telah menerbitkan larangan beroperasi sementara untuk kendaraan barang atau truk bersumbu tiga.

    Selain itu, pemerintah daerah juga mengambil kebijakan berbeda. Pemerintah Daerah Garut, misalnya, telah meliburkan andong dan memberi kompensasi setidaknya kepada 2.000 kusir. Andong-andong di Garut tidak akan beroperasi mulai H-4 hingga H+6 Lebaran.

    Baca: Bus Trans Jawa Beroperasi, Ini Bedanya dengan Bus Biasa

    Data Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenhub menunjukkan jumlah pemudik dari Jabodetabek pada masa Lebaran 2019 mencapai 14.901.468 orang. Angka ini setara dengan 44,1 persen dari total penduduk Jabodetabek yang berjumlah 33.759.549 orang. Rata-rata tujuan pemudik dari Jabodetabek ialah wilayah Jawa Tengah.

    Menurut sigi, sebesar 37,68 persen atau 5.615.408 orang bakal mudik lebaran ke Jawa Tengah. Sedangkan pemudik ke Jawa Barat berjumlah 24,89 persen atau 3.709.049 orang dan pemudik dengan tujuan Jawa Timur hanya 11,14 persen atau 1.660.625 orang saat Lebaran 2019.

    Simak informasi lengkap seputar mudik lewat Tol Trans Jawa di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.