BMKG Siapkan Detektor Gempa di Bandara Baru Yogya

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat komersial Citilink dengan rute penerbangan HLP- YIA mendarat di Bandara YIA saat penerbangan perdana di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, DI Yogyakarta, Senin 6 Mei 2019. Saat ini Bandara YIA mulai beroperasi untuk penerbangan komersial. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    Pesawat komersial Citilink dengan rute penerbangan HLP- YIA mendarat di Bandara YIA saat penerbangan perdana di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, DI Yogyakarta, Senin 6 Mei 2019. Saat ini Bandara YIA mulai beroperasi untuk penerbangan komersial. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tengah menyiapkan upaya mitigasi bencana khususnya gempa bumi di wilayah DIY guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan.Salah satu area yang menjadi sasaran untuk mitigasi itu yakni kawasan bandara baru Yogyakarta Internasional Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo.

    Baca juga: Penerbangan ke Bandara Adisutjipto Akan Dialihkan ke Bandara NYIA

    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menuturkan, pihaknya akan menambah peralatan untuk merapatkan jaringan pemantauan gempa bumi di DIY agar lebih akurat. BMKG akan menambah mini broadband di dua titik pemasangan baru, yakni di patahan Kali Opak-Oyo, Bantul dan di Gunungkidul.

    “Kami juga akan memasang intensitimeter, saat ini sudah ada 10, tapi akan menambah dua lagi, semuanya di bandara YIA," ujar Dwi usai bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Komplek Kepatihan, Yogyakarta pada Selasa 28 Mei 2019.

    Dwi mengungkapkan, pemasangan alat pendteksi gempa di bandara baru YIA itu lokasinya nanti di lantai tertinggi gedung terminal. "Kami juga akan memasang instrumen yang sifatnya untuk mengetahui intensitas guncangan gempa bumi di YIA. Selain itu, akan dipasang pula satu alat automatic weather observation system,” ujarnya.

    Dwi menjelaskan automatic weather observation system sendiri merupakan sejenis alat yang dibutuhkan untuk kepentingan take off dan landing pesawat. Yang akan dipasang di bandara YIA adalah alat automatic weather observation system pertama hasil karya dalam negeri.“Alat ini made in BMKG, dan jadi yang pertama di Indonesia yang menggunakan alat dalam negeri karena biasanya impor,” ujarnya.

    Automatic weather observation system berguna untuk mengukur kecepatan angin, potensi angin membahayakan, tekanan udara, jarak pandang, potensi kilat, kelembaban, arah angin, tinggi-rendah awan, dan lain-lain.

    Rencananya akan dipasang dua alat yakni di kedua ujung runway YIA. Alat yang sudah ada saat ini baru di segmen tengah runway.

    Baca: Menjelang Masa Mudik Lebaran, Keamanan Bandara Diperketat

    “Dengan terpasangnya berbagai alat ini, harapannya akan makin rapat pula jaringan peralatan, sehingga informasi tentang kebencanaan bisa diberikan secara cepat, tepat, serta lebih akurat," ujar Dwikorita.

    Simak berita terbaru tentang bandara baru Yogyakarta di Tempo.co

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.