Gojek Targetkan 50 Ribu Transaksi Go-Food di Posko Mudik

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri Founder dan Global CEO Gojek Nadiem Makarim, MMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Chief Commercial Expansion Go-Food Catherine Hindra Sutjahyo, dan CEO Go-Pay Aldi Haryopratomo dalam konferensi pers Mitra Juara Gojek di Ancol, Jakarta, Kamis, 11 April 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Dari kiri Founder dan Global CEO Gojek Nadiem Makarim, MMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Chief Commercial Expansion Go-Food Catherine Hindra Sutjahyo, dan CEO Go-Pay Aldi Haryopratomo dalam konferensi pers Mitra Juara Gojek di Ancol, Jakarta, Kamis, 11 April 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan aplikasi penyedia jasa Gojek menargetkan 50 ribu transaksi pemesanan makanan melalui aplikasi Go-Food selama masa mudik 2019. Manajemen perusahaan memproyeksi, transaksi tersebut berasal dari delapan posko mudik Gojek yang akan digelar di sepanjang Jalan Tol Trans Jawa.

    BACA: Di Posko Mudik Tol Trans Jawa, Gojek Sediakan 2 Layanan Cuma-cuma

    "Kami menggelar posko mudik Go-Ngaso selama tujuh hari. Perkiraan transaksi 50 ribu," ujar Senior Marketing Manager Go-Food Marsela Renata di kantornya, Blok M, Jakarta Selatan, Selasa, 28 Mei 2019.

    Posko Gojek Go-Ngaso ini tersebar di rest area KM 88A Cipularang, rest area KM 207 A Cirebon, dan rest area KM 397A. Kemudian, rest area KM 391 A Batang, rest area KM 519 A Masaran Sragen, rest area KM 538 A Ngrampal Sragen, rest area KM 597 A Madiun, dan rest area KM 725 A Gresik.

    BACA: 3 Pekan Lagi, Menhub Rampungkan Aturan Diskon Ojek Online

    Marsela mengatakan Gojek akan menggandeng mitra Go-Food di daerah untuk membuka stan-stannya di posko-posko mudik tersebut. Ia memastikan, mitra yang terlibat ialah usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM yang akan mengenalkan produk makanan-makanan daerah.

    "Puluhan mitra merchant UMKM kami gandeng untuk menyediakan makanan cepat saji bagi puluhan ribu pemudik setiap hari," ucapnya. Upaya memboyong mitra Go-Food ke posko mudik dilakukan untuk mendukung kampanye pemerintah meningkatkan pendapatan asli daerah pada masa mudik Lebaran.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi beberapa waktu lalu mengatakan masa mudik adalah momentum bagi daerah untuk mendorong percepatan laju ekonominya melalui optimalisasi potensi. Misalnya pengenalan kuliner lokal sebagai kekayaan wisata lidah.

    Budi Karya menyatakan akan mendukung daerah dengan mendorong pemudik keluar ke kota-kota sekitar jalan tol. Bahkan, pihaknya akan membagikan brosur peta mudik yang di dalamnya terdapat daftar kuliner daerah.

    Data Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenhub menunjukkan jumlah pemudik dari Jabodetabek pada masa Lebaran 2019 mencapai 14.901.468 orang. Angka ini setara dengan 44,1 persen dari total penduduk Jabodetabek yang berjumlah 33.759.549 orang. Rata-rata tujuan pemudik dari Jabodetabek ialah wilayah Jawa Tengah.

    Menurut sigi, sebesar 37,68 persen atau 5.615.408 orang bakal mudik lebaran ke Jawa Tengah. Sedangkan pemudik ke Jawa Barat berjumlah 24,89 persen atau 3.709.049 orang dan pemudik dengan tujuan Jawa Timur hanya 11,14 persen atau 1.660.625 orang saat Lebaran 2019.

    Baca berita tentang Gojek lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.