Lebaran 2019, Kemenhub Setujui Permohonan 313 Extra Flight

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang pesawat melakukan lapor diri di konter chek in Terminal 1 B Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 26 Mei 2019. Memasuki H -9 Idul Fitri 1440 H banyak masyarakat yang pulang mudik lebih awal untuk menghindari harga tiket yang semakin mahal jika mendekati Lebaran. ANTARA

    Sejumlah penumpang pesawat melakukan lapor diri di konter chek in Terminal 1 B Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 26 Mei 2019. Memasuki H -9 Idul Fitri 1440 H banyak masyarakat yang pulang mudik lebih awal untuk menghindari harga tiket yang semakin mahal jika mendekati Lebaran. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan telah mengabulkan 313 permohonan extra flight atau penerbangan tambahan rute domestik untuk angkutan mudik Lebaran. Kebijakan ini diambil untuk mengakomodasi tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi udara menjelang Hari Raya Idul Fitri.

    Baca: Bus Trans Jawa Beroperasi, Ini Bedanya dengan Bus Biasa

    "Tidak menutup kemungkian jumlah extra flight bertambah karena masih banyak permintaan dari maskapai sampai saat ini,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti saat ditemui di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 27 Mei 2019. 

    Tambahan penerbangan tak hanya berlaku untuk rute domestik, tapi juga internasional. Menurut Polana, kementeriannya saat ini telah mengabulkan sebanyak 47 tambahan penerbangan rute luar negeri. 

    Adapun maskapai yang telah mengajukan tambahan penerbangan ialah Air Asia Indonesia, Sriwijaya, Lion Air, Express Air, Susi Air, dan TransNusa. Air Asia tercatat mengajukan tambahan penerbangan sebanyak 130 jadwal. Sedangkan sisanya, Sriwijaya Air, mengajukan 12 tambahan penerbangan.

    Kemudian, Lion Air mengajukan 111 tambahan penerbangan, Express Air 24 penerbangan, Susi Air 22 penerbangan, dan TransNusa sebanyak 14 penerbangan. Sementara itu, tambahan penerbangan untuk rute internasional yang telah disetujui ialah maskapai Jet Star sebanyak 25 penerbangan, Silk Air sebanyak 6 penerbangan, Malaysia Airlines 14 penerbangan, dan Saudi 2 penerbangan.

    Kendati terjadi penambahan frekuensi penerbangan, Angkasa Pura I (Persero) mencatat jumlah extra flight tak seprima tahun lalu. Ketimbang periode yang sama pada 2018, terjadi penurunan permintaan extra flight dari maskapai pada tahun ini cukup drastis. "Tahun lalu ada sekitar 5.000 permintaan extra flight," ujar Corporate Communication Officer Angkasa Pura I Denoan Rinaldi saat dihubungi Tempo pada 23 Mei lalu. 

    Sementara itu, hingga H-7 puncak mudik Lebaran tahun ini, Denoan mencatat 
    hanya ada 1.628 permintaan extra flight yang diajukan oleh maskapai di seluruh bandara di Angkasa Pura I. 

    Kondisi tak jauh berbeda terjadi di Angkasa Pura II. Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, tahun ini pengajuan penerbangan yang tercatat sebanyak 1.012 untuk musim mudik Lebaran. 

    Tambahan penerbangan berlaku untuk rute domestik maupun internasional. Maskapai yang mengajukan penambahan frekuensi penerbangan dalam negeri mencapai 956 penerbangan. Sedangkan pengajuan penambahan penerbangan rute internasional mencapai 56 penerbangan.  

    Baca: Tiket Pesawat Mahal, Jumlah Pemudik via Kapal Laut Naik 5 Persen

    Kementerian Perhubungan mendata, pemudik yang akan menempuh perjalanan lewat jalur udara tahun ini diperkirakan hanya 9 persen atau 1,41 juta orang. Jumlah tersebut turun ketimbang tahun lalu di musim Lebaran ketika jumlah pemudik lewat jalur udara yang berjumlah 1,44 juta orang. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.