Dilirik Jokowi, Tanah Bumbu Siapkan Lahan untuk Ibu Kota Baru

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kanan) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyapa tamu undangan usai upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Ri di Istana Merdeka, Jakarta, 17 Agustus 2017. Presiden mengenakan pakaian adat Tanah Bumbu Kalimantan Selatan sedangkan Ibu Negara mengenakan pakaian adat Minang. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi (kanan) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyapa tamu undangan usai upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Ri di Istana Merdeka, Jakarta, 17 Agustus 2017. Presiden mengenakan pakaian adat Tanah Bumbu Kalimantan Selatan sedangkan Ibu Negara mengenakan pakaian adat Minang. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Tanah Bumbu - Setelah Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengunjungi sejumlah daerah yang dilirik sebagai calon ibu kota baru, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan pun menyiapkan tanah sekitar 300 ribu hektare jika nanti akhirnya terpilih. Untuk menyiapkan lahan bakal calon ibu kota itu, pemerintah provinsi melibatkan Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu sebagai penyedia lahan. 

    BACA: Bappenas: Ibu Kota Baru Akan Dibagi Menjadi Empat Zona

    "Kalau memang wacana pemindahan ibukota negara terealisasi, dan pusat pemerintahan berada di Kabupaten Kotabaru maka imbas pengembangan pembangunan akan melebar ke Daerah Kabupaten Tanah Bumbu," kata Sekretaris Daerah Tanah Bumbu, Rooswandi Salem di Batulicin, Senin 27 Mei 2019.

    Namun, ia mengakui, kalau Tanah Bumbu dijadikan sebagai pusat pemerintahan, tidak menutup kemungkinan imbas pembangunannya akan ke Kabupaten Kotabaru atau Kabupaten Tanah Laut.

    "Secara geografis dan geopolitik lokasi ketiga kabupaten tersebut sangat strategis bahkan untuk menuju Tanah Bumbu dari Pulau Jawa, Sumatera, Papua, Sulawesi menggunakan jalur laut maupun udara juga lebih dekat karena posisinya berada di tengah wilayah Indonesia," kata Roswandi.

    Berdasarkan kajian dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) wilayah yang akan dijadikan ibu kota negara harus strategis secara geografis, memiliki lahan yang luas, dan minim risiko bencana. Ketiga modal yang disyaratkan oleh Bappenas itu sudah dimiliki oleh Kabupaten Tanah Bumbu.

    Menurut kajian Bappenas yang disampaikan ke pemerintah daerah, pembangunan ibu kota harus berada di kota yang sudah cukup berkembang dengan tujuan untuk meminimalkan kebutuhan pembangunan infrastruktur baru.

    Baca: Pemindahan Ibu Kota, Jokowi Komitmen Bangun Kota Ramah Lingkungan

    Faktor lain yang menguntungkan bagi Kabupaten Tanah Bumbu, kata Rooswandi,  karena pemerintah pusat mencari wilayah yang berada dekat dengan laut lepas, seperti Laut Jawa dan Laut Sulawesi sebagai identitas Indonesia, yakni negara maritim.

    "Pada dasarnya segala ketentuan terkait wacana pemindahan ibu kota baru, Kabupaten Tanah Bumbu sudah di nyatakan layak. Dan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan khususnya Kabupaten Tanah Bumbu siap membantu segala apa yang akan diperlukan," tutur Rooswandi.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.