Stok Daging Ayam untuk Lebaran Dijamin Mencukupi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang menata dagangnya di Pasar Rawamangun, Jakarta, 22 Mei 2018. Ada pun harga daging ayam di DKI Jakarta mencapai Rp 39.150 per kg. TEMPO/Tony Hartawan

    Pedagang menata dagangnya di Pasar Rawamangun, Jakarta, 22 Mei 2018. Ada pun harga daging ayam di DKI Jakarta mencapai Rp 39.150 per kg. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan menjamin bahwa lonjakan permintaan daging ayam selama Ramadan dan Lebaran 2019 akan dapat terpenuhi. Ketersediaan daging ayam ras selama masa puncak konsumsi ini dipastikan melebihi kebutuhan.

    Baca: Pemerintah Jamin Stok Pangan untuk Ramadan dan Lebaran 

    "Sejauh ini ketersediaan daging ayam untuk suplai selama Ramadan dan jelang Idul Fitri dipastikan aman," ungkap Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Kementan I Ketut Diarmita seperti dilansir Bisnis.com, Senin 27 Mei 2019.

    Berdasarkan data Kementan, rata-rata kebutuhan daging ayam ras secara nasional pada 2019 berada di kisaran 270.979 ton.

    Sementara itu, kebutuhan konsumen terhadap daging ayam ras sendiri diproyeksikan meningkat 1,2 persen selama Ramadan (Mei) menjadi 274.382 ton. Kebutuhan akan naik 6,5 persen lagi pada Juni, yang bertepatan dengan momentum Lebaran.

    Dengan asumsi pertumbuhan tersebut, Ketut mengungkapkan masih terdapat cadangan stok daging sebesar 27.694 ton sepanjang Mei dan 26.845 ton pada Juni. "Ketersediaan daging ayam bulan Mei sebanyak 302.076 ton, sementara pada Juni 315.296 ton sehingga masih ada cadangan," ucapnya.

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito juga telah memastikan stok pangan selama Ramadan dan Lebaran cukup tersedia dan terkendali. Melihat hal itu, dia berharap tidak ada lagi kenaikan harga yang berdampak pada inflasi bulan ini.

    "Ada kemungkinan pada bulan ini paling tidak, tidak ada kenaikan inflasi di bahan pokok makanan. Diharapkan (malah) deflasi. Menunjukkan semua harga-harga terkendali," kata Enggar di kantornya, Jakarta, Senin, 27 Mei 2019.

    Baca: Pemerintah Jamin Stok Pangan untuk Ramadan dan Lebaran

    Menurut Enggar, jika terjadi deflasi, hal itu bukan karena ketidakmampuan masyarakat dalam meningkatkan pembelian. Tapi, kata dia, karena memang suplai dan permintaan stok pangan yang seimbang.

    BISNIS | HENDARTYO HANGGI

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.