Bazar Ramadan, Kemendag Bidik Transaksi Lebih dari Rp 2,38 Miliar

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pasar murah Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) Provinsi  DKI Jakarta dalam menyambut bulan Ramadan di halaman kantor DKPKP, Jakarta Pusat, Jumat, 3 Mei 2019. TEMPO/Taufiq Siddiq

    Suasana pasar murah Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta dalam menyambut bulan Ramadan di halaman kantor DKPKP, Jakarta Pusat, Jumat, 3 Mei 2019. TEMPO/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan menggelar Bazar Ramadan 2019 dari hari ini, Senin, 27 Mei 2019, hingga 29 Mei 2019. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti mengatakan omzet bazar Ramadan tahun sebelumnya sebesar Rp 2,38 miliar.

    Baca juga: Mendag Larang Pejabat Eselon Berbelanja di Bazar Ramadan

    "Kami harapkan tahun ini bisa lebih tinggi lagi," kata Tjahya di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin, 27 Mei 2019.

    Dia mengatakan bazar serupa dibuka di empat lokasi, yaitu Bandung, Ciracas, Sawangan, dan Kemendag. Menurut Tjahya, bazar itu, dibuka untuk umum, termasuk nanti pegawai Kemendag bisa membeli memanfaatkan pokok.

    Dalam bazar dibuka dari 09.00 hingga 14.00 itu menjual barang kebutuhan pokok, beras, gula, minyak, telur, cabe, bawang dan pangan olahan dan produk non pangan. Dia juga mengatakan terdapat 24 perusahaan pangan yang berpartisipasi, seperti Perum Bulog, Pasar Induk Kramat Jati, Kementerian Kelautan, Cipinang Jaya, Panca Nabati, Sungai Budi Grup, Tunas Maju Mandiri, PD Dharma Jaya serta asosiasi-asosiasi.

    Bazar itu dibuka oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Pada kesempatan itu, dia mengatakan keberadaan bazar itu merupakan kepedulian dari para pengusaha yang diajak Kemendag.

    "Kegiatan ini bukan hanya diselenggarakan di empat titik di lingkungan Kemendag, tapi juga saya  sampaikan mereka masing-masing pengusaha melakukan kegiatan memasuki Ramadan dengan menyelenggarakan bazar, kepedulian CSR dan berbagai hal," ujar Enggar.

    Menurut Enggartiasto, bazar itu juga menunjukan, bahwa tidak benar pengusaha swasta semata-mata hanya mencari keuntungan dan tidak peduli lingkungan. Dia mengatakan Kemendag tidak sulit mengajak pengusaha ikut mengulurkan bantuan, seperti saat bencana alam hingga menggelar pasar murah saat harga melonjak.

    "Mereka juga tidak sulit saat kami ajak operasi pasar saat komoditi harganya melonjak. Kami pemerintah sebagai fasilitator mengkoordinasikan mereka," ujar Enggartiasto.

    Baca berita Bazar Ramadan lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.