Blokir Berakhir, Kominfo Minta Netizen Hapus Aplikasi VPN

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aplikasi VPN gratis dan tak berbatas untuk Iphone dan Ipad. Foto: Opera

    Aplikasi VPN gratis dan tak berbatas untuk Iphone dan Ipad. Foto: Opera

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo meminta warganet untuk menghapus aplikasi virtual private network atau VPN di gawai mereka setelah pembatasan akses ke media sosial dan pesan instan dicabut.

    BACA: BRTI: Penggunaan VPN Sulit Dibatasi

    "Kominfo mengimbau agar pengguna telepon seluler atau perangkat lain segera menghapus pemasangan aplikasi VPN agar terhindar dari risiko pemantauan, pengumpulan hingga pembajakan data pribadi pengguna," kata Kominfo dalam keterangan resmi, Sabtu, 25 Mei 2019.

    Kominfo pada pukul 13.00 WIB melakukan normalisasi pembatasan akses ke platform media sosial dan pesan instan sehingga pengguna bisa kembali mengirim dan menerima pesan berupa video dan gambar.

    BACA: YLKI Sebut Pembatasan WhatsApp Merugikan Perekonomian

    Menteri Kominfo Rudiantara kemudian berpesan agar warganet menggunakan Internet untuk hal-hal yang positif serta tidak menyebarkan hoaks. "Ayo, kita perangi hoax, fitnah, informasi-informasi yang memprovokasi," kata Rudiantara.

    Virtual private network atau VPN semula dirancang untuk mengamankan transaksi dan jaringan. Aplikasi VPN menjadi populer setelah pembatasan akses ke media sosial diberlakukan pada Rabu, 22 Mei 2019.

    Warganet memasang VPN di perangkat mereka agar bisa mengakses media sosial. Namun, VPN gratis berisiko dimanfaatkan sebagai perangkat pengintai atau spyware untuk mencuri informasi dari pengguna.

    Ahli keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya berpendapat VPN yang berbayar lebih aman digunakan dibandingkan dengan VPN gratis karena dibuat oleh perusahaan yang bergerak di bidang keamanan siber.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.