Kemenhub akan Kaji Tarif Batas Atas dan Bawah Kereta Api

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta api Argo Parahyangan melintasi proyek terowongan Kereta Cepat Jakarta Bandung  di Tagog Apu, Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 9 April 2019. PT Wijaya Karya menargetkan konstruksi KCJB akan mencapai 55 persen pada tahun ini. ANTARA/Raisan Al Farisi

    Kereta api Argo Parahyangan melintasi proyek terowongan Kereta Cepat Jakarta Bandung di Tagog Apu, Kabupaten Bandung Barat, Selasa, 9 April 2019. PT Wijaya Karya menargetkan konstruksi KCJB akan mencapai 55 persen pada tahun ini. ANTARA/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan tengah mengkaji kemungkinan diberlakukannya tarif batas atas dan batas bawah untuk angkutan kereta api. Direktur Jenderal Perkerataapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengatakan aturan ini dipertimbangkan guna melindungi kepentingan konsumen dan operator.

    BACA: Jumlah Pemudik dengan Kereta Api Naik 3,41 Persen

    "Kami sedang kaji. Belum tahu kapan selesai, tapi secepatnya," ujar Zulfikri saat ditemui di kawasan Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat petang, 24 Mei 2019.

    Kementerian Perhubungan sebelumnya memberlakukan peraturan yang sama untuk tiket pesawat. Menurut Zulfikri, angkutan perkeretaapian Kemenhub juga mesti mengkaji aturan yang sama agar harga tiket yang ditawarkan operator tetap terjangkau oleh masyarakat.

    Zulfikri mengatakan kajian itu melibatkan seluruh pihak berwenang. Di antaranya PT KAI, masyarakat, dan lembaga perlindungan konsumen atau YLKI.

    BACA: Puncak Arus Mudik Penumpang Kereta Api Diprediksi 31 Mei

    Selama ini, harga yang beredar untuk tiket kereta api non-subsidi diserahkan pada operator melalui mekanisme pasar. KAI sebagai operator kereta pun sebelumnya telah mengatur adanya TBA dan TBB melalui surat keputusan SK.C/KB.203/IX/2/KA-2018.

    Surat yang di dalamnya memuat sejumlah lampiran itu mengatur adanya tarif batas untuk semua kelas angkut kereta api penumpang komersial. Di antaranya kelas eksekutif, eksekutif sleeper, bisnis, ekonomi, ekonomi premium, campuran, dan kereta komuter.

    Untuk TBA kelas eksekutif, PT Kereta Api Indonesia mengatur harga yang dilepas ke konsumen maksimal ialah Rp 1 juta untuk rute perjalanan terjauh, seperti Bima dan Gajayana tujuan Jakarta-Malang. Sedangkan tiket kereta bisnis dan ekonomi dipatok tak melebihi Rp 500 ribu untuk semua rute.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.