Erupsi Gunung Agung Bali, 9 Penerbangan Dibatalkan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon penumpang mencari informasi saat penutupan Bandara Ngurah Rai, Bali, 28 November 2017. Penerbangan melalui bandara ini terpaksa dialihkan ke sejumlah bandara terdekat seperti Banyuwangi dan Surabaya. ANTARA

    Sejumlah calon penumpang mencari informasi saat penutupan Bandara Ngurah Rai, Bali, 28 November 2017. Penerbangan melalui bandara ini terpaksa dialihkan ke sejumlah bandara terdekat seperti Banyuwangi dan Surabaya. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Bandara Wilayah IV Bali membatalkan sejumlah penerbangan dari dan menuju Pulau Dewata pada Jumat petang, 24 Mei 2019. Pembatalan penerbangan dilakukan sebagai tindak lanjut terjadinya erupsi Gunung Agung.

    BACA: Video Letusan Gunung Agung, Lava Menyembur dan Mengalir

    Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mencatat ada sembilan penerbangan yang dibatalkan. Empat di antaranya merupakan penerbangan tujuan Bali dan lima lainnya adalah penerbangan keberangkatan dari Bali.

    Pembatalan penerbangan ini dilakukan sesuai dengan keputusan safety assessment airlines. Safety assessment dikeluarkan sesaat setelah Gunung Agung kembali bergejolak.

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti mengatakan kementeriannya akan terus memantau situasi Bali pasca-erupsi. “Kami akan terus mengupdate kondisi terkini mengenai erupsi Gunung Agung," tutur Polana dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 25 Mei 2019.

    BACA: Gunung Agung Erupsi, Abu Vulkanik Mengarah ke Selatan

    Polana mengimbau penyelenggara bandara, maskapai, navigasi, maupun pihak terkait berkoordinasi terkait peristiwa erupsi Gunung Agung Bali. Ia juga meminta pihak-pihak itu memonitor situasi.

    "Apabila mengganggu keselamatan penerbangan, bandara dapat ditutup sementara," tuturnya.

    Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali, Elfi Amir mengatakan Bali mengalami hujan abu vulkanik ringan akibat erupis. Kondisi berlangsung sampai pukul 01.00 WITA dinihari.

    Abu vulkanik terdeteksi hingga ketinggian 4.000-5.000 di ruang udara bandara I Gusti Ngurah Rai dengan intesitas sedang. Namun, sebarannya makin menyempit dan telah berkurang 500 -1000 meter.

    "Bandara I Gusti Ngurah Rai tetap beroperasi normal dan petugas ATC melaksanakan pemanduan pesawat secara taktikal menghindarkan pesawat masuk ke area yang terpapar debu vulkanik," ucapnya.

    Baca berita tentang Erupsi Gunung Agung lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.