Harga Tiket Pesawat Turun, BI Prediksi Inflasi Mei 0,47 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di kompleks gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 1 Maret 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di kompleks gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 1 Maret 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia atau Perry Warjiyo memperkirakan akan terjadi inflasi 0,47 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada bulan Mei 2019. Artinya, ada penurunan laju inflasi bila dibandingkan dengan kesimpulan survei pemantauan harga sebelumnya dikarenakan penurunan harga tiket pesawat sebagai salah satu faktor.

    Baca: Imbas Harga Tiket Pesawat, Penumpang Bus Damri ke Bandara Turun 40 Persen

    "Catatan kami tarif angkutan udara telah turun. Jika tarif angkutan udara turun, kami menghitung inflasi dari penurunan tarif tiket pesawat itu minus 0,01 persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019.

    Perkiraan inflasi Mei 2019 sebesar 0,47 persen itu berdasarkan Survei Pemantauan Harga BI di seluruh Indonesia pada pekan keempat Mei 2019. Adapun perkiraan itu turun empat basis poin dibanding proyeksi inflasi hingga pekan ketiga bulan ini yang sebesar 0,51 persen. Jika proyeksi BI itu benar, maka inflasi tahunan di Mei 2019 akan sebesar 3,1 persen (year on year/yoy).

    Selain penurunan tarif tiket pesawat, harga beberapa komoditas juga menyumbang deflasi atau terjadi penurunan harga seperti pada komoditas beras, tomat dan sayur. Meskipun demikian, BI belum bisa merinci berapa penurunan harga pada komoditas yang disebut deflasi tersebut. "Sedangkan yang mengalami kenaikan harga naik yakni cabai merah, bawang putih, ayam dan telur," ujar Perry.

    BI yang memiliki mandat menjaga sasaran inflasi menargetkan untuk menahan laju inflasi di 2,5-4,5 persen pada akhir tahun 2019. Dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan pada Kamis lalu, BI memperkirakan inflasi akhir tahun di 3,2 persen (yoy) atau di bawah titik tengah sasaran inflasi.

    Sebelumnya pemerintah menurunkan tarif batas atas tiket pesawat dengan besaran 12-16 persen dan mulai berlaku 15 Mei 2019. Penurunan patokan harga tiket hanya berlaku untuk maskapai berlayanan penuh (full service) yaitu Garuda Indonesia dan Batik Air.

    Baca: Darmin: Bawang Putih dan Tiket Pesawat Sumbang Inflasi Terbesar

    Penurunan sebesar 12 persen dilakukan pada rute-rute gemuk seperti di daerah Jawa, sedangkan penurunan lainnya dilakukan pada rute-rute seperti penerbangan ke Jayapura. "(Penurunan tarif tiket pesawat) ini dilakukan pemerintah, bukan hanya memperhatikan pihak maskapai, tetapi juga masyarakat sebagai konsumen," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution beberapa waktu lalu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.