Mudik Lebaran, Waspada Ketika Lewat Jalan Lintas Selatan Yogya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana malam di Bukit Bintang, Pathuk, Gunungkidul, Yogyaakarta, Rabu, 5 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Suasana malam di Bukit Bintang, Pathuk, Gunungkidul, Yogyaakarta, Rabu, 5 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Bupati Gunung Kidul Immawan Wahyudi mengimbau pemudik Lebaran dan wisatawan yang hendak menuju Gunung Kidul melalui Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Yogya lebih berhati-hati dan mewaspadai adanya potensi bahaya.

    Baca: Mudik Lebaran 2019, Ada Diskon 15 Persen untuk Semua Ruas Tol

    Sebab di jalur yang menghubungkan tiga kabupaten di DIY yakni Kulonprogo, Bantul, dan Gunung Kidul jalanannya dianggap terlalu nyaman. “Jalan di JJLS itu lebarnya 40 meter, tapi jangan dikira dengan lebar seperti itu lantas aman,“ ujar Immawan Kamis 23 Mei 2019.

    Immawan menuturkan semakin lebar, mulus, dan lurusnya jalan tak serta merta aman bagi pengendara atau meminimalkan potensi kecelakaan. Kecelakaan justru kadang banyak terjadi di jalur-jalur nyaman seperti JJLS karena lengahnya pengemudi.

    Justru di banding jalur Gunung Kidul lain yang relatif sempit, jalan di jalur JJLS memang memancing pengendara gampang lengah. Sehingga kerap terjadi kecelakaan tunggal di jalur itu. “Di jalur JJLS itu pengendara sering terpancing memacu kendaraan sekencang-kencangnya, menganggap dirinya ala (Valentino) Rossi,” ujar Immawan.

    Immawan menuturkan, banyak pilihan bagi wisatawan dan pemudik dari arah barat yang hendak memilih jalur JJLS sebelum menuju ke sejumlah obyek wisata khususnya pantai di Gunung Kidul. Misalnya dari jalur Dlingo, Cinomati, juga Banyusoca. Atau dari Imogiri yang ke selatan langsung masuk kecamatan Purwosari.

    Immawan menuturkan, potensi kemacetan jalur dari Yogya ke Gunung Kidul saat libur lebaran khususnya saat hari H+2 hingga H+3 bisa mencapai empat sampai lima jam lamanya. Titik kemacetan itu banyak terjadi di pertigaan Piyungan, bukan di wilayah Gunung Kidul.

    Potensi kepadatan kunjungan saat libur lebaran kali ini juga diperkirakan Immawan masih akan terjadi di kawasan jalur pantai Gunung Kidul yang panjangnya 73 kilometer karena tak terlalu lebar. Sehingga pihaknya bersama kepolisian akan memperbanyak jumlah pos pengamanan di jalur itu. “Pos pengamanan ini merangkap sebagai rest area, pemudik bisa transit dan ada layanan pijat di tiap pos,” ujarnya.

    Direktur Lalu Lintas Polda Yogyakarta, Komisaris Besar Tri Julianto Djati Utomo mengatakan untuk jalur pantai-pantai di Gunung Kidul akan dibuat satu arah. "Kalau sudah masuk tempat pemungutan retribusi, kendaraan enggak boleh putar balik lagi, harus lurus dulu ke timur lalu ke luar dari jalur barat," kata Djati.

    Baca: Mudik Lebaran, Maskapai Minta Extra Flight dari Bandara Semarang

    Tujuan dari arus satu arah hingga ke timur, menurut dia, mengantisipasi kemacetan parah di jalur pantai itu. Seperti diketahui, kawasan Gunung Kidul memiliki banyak tempat wisata pantai yang ramai pengunjung saat liburan Lebaran. Di antaranya, Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Sundak, Pantai Indrayanti, Pantai Ngrenehan, dan lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.