Ombudsman: Menjelang Lebaran, Harga Daging Sapi Lokal di Atas HET

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas (kanan) memeriksa harga daging sapi saat sidak pangan di kios Pasar Trayeman, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin, 13 Mei 2019. Pemeriksaan harga sembako dan bahan makanan oleh satgas pangan dari Polres Tegal, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tegal, dan Bulog tersebut untuk mengantisipasi penimbunan, kadaluarsa dan lonjakan harga bahan pokok Ramadan dan jelang Lebaran. ANTARA/Oky Lukmansyah

    Petugas (kanan) memeriksa harga daging sapi saat sidak pangan di kios Pasar Trayeman, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin, 13 Mei 2019. Pemeriksaan harga sembako dan bahan makanan oleh satgas pangan dari Polres Tegal, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tegal, dan Bulog tersebut untuk mengantisipasi penimbunan, kadaluarsa dan lonjakan harga bahan pokok Ramadan dan jelang Lebaran. ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ombudsman RI meminta kepada pemerintah untuk serius mengawasi harga daging sapi lokal, terutama menjelang Lebaran 2019.  Sebab, hasil temuan tim lembaga pengawas pelayanan publik itu, harga daging sapi lokal di pasaran rata-rata sudah di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Kebijakan Pemerintah (HKP) yang sebesar Rp 80 ribu per kilogram.

    Baca: Sri Mulyani Jamin Harga Terkendali Selama Ramadan

    "Masyarakat relatif masih senang dengan daging sapi lokal. Tapi saat ini harganya sudah sampai Rp 120 ribu," ujar anggota Ombudsman RI, Alamsyah Saragih di kantornya, Kamis 23 Mei 2019.

    Alamsyah berujar, kenaikan harga daging setiap menjelang Lebaran memang sudah menjadi fenomena peak season. Alasannya karena produksi daging sapi lokal memang belum mampu memenuhi kebutuhan nasional.

    "Ada daerah tertentu menjadi produsen daging sapi lokal tapi sistem produksinya masih model konvensional. Perencanaan produksinya tidak seperti di Australia misalnya," ujar dia.

    Menurut Alamsyah, pemerintah sejatinya sudah melakukan upaya mengatasi persoalan daging sapi dengan mengimpor daging beku dan daging kerbau. Akan tetapi khusus tahun ini, dia memprediksi jumlah pasokan itu tidak akan mempengaruhi harga daging lokal.

    "Saya belum tahu apa penyebabnya. Tapi setidaknya kami melihat rantai pasok terlambat. Di mana titiknya? Kami belum sampai ke hul,"ucap dia.

    Selain itu, Alamsyah juga mengendus adanya permainan dari sejumlah oknum dalam proses distribusi daging sapi lokal di Indonesia. Dia mencontohkan hasil temuan Ombudsman Perwakilan NTB beberapa waktu lalu.

    Baca: Mentan Yakin Tak Perlu Impor Bawang Putih Tambahan Tahun Ini

    Ombudsman Perwakilan NTB, kata Alamsyah, menemukan praktik ilegal proses pengiriman sapi dari Sumbawa ke Lombok. Untuk itu dia berharap agar pemerintah mulai serius mengawasi proses pendistribusian daging sapi lokal. "Sebaiknya pemerintah juga mulai fokus pada efisiensi rantai pasok daging sapi,"ujar dia. 

    Simak berita tentang harga daging lainnya di Tempo.co

    WIRA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.