Sambut Pemudik, Proyek Rest Area Tol Trans Sumatera Dikebut

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara Rest Area fungsional KM 344 di jalur tol Pemalang - Batang, Jawa Tengah, Selasa, 21 Mei 2019. Rest Area fungsional ini nantinya difungsikan untuk para pemudik yang akan beristirahat atau beribadah, dan rest area fungsional ini memiliki fasilitas kesiapan mudik 2019 seperti toilet, pengisian bahan bakar, mushola dan lahan parkir yang dapat menampung maksimal 200 kendaraan kecil. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Foto udara Rest Area fungsional KM 344 di jalur tol Pemalang - Batang, Jawa Tengah, Selasa, 21 Mei 2019. Rest Area fungsional ini nantinya difungsikan untuk para pemudik yang akan beristirahat atau beribadah, dan rest area fungsional ini memiliki fasilitas kesiapan mudik 2019 seperti toilet, pengisian bahan bakar, mushola dan lahan parkir yang dapat menampung maksimal 200 kendaraan kecil. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Lampung - Demi mengejar kesiapan Tol Trans Sumatera untuk menyambut pemudik, pembangunan rest area di kawasan itu pun dikebut. Proyek pengerjaan ruas Terbanggi Besar--Pematang Panggang di KM 215 Way Kenanga Kabupaten Tulangbawang Barat saat ini sudah mencapai 80 persen, dan ditargetkan sudah bisa dioperasikan pada arus mudik dan arus balik Lebaran 2019.

    Baca juga: Diskon Tol Trans Jawa di Musim Lebaran Diketok Pekan Depan

    “Ini kami kejar pengerjaannya karena mau digunakan untuk mudik Lebaran 2019,” kata Kepala Lapangan JTTS KM 206-233, Sudardi, di Tulangbawang Barat, Provinsi Lampung, Jumat 24 Mei 2019.

    Menurut Sudardi, sudah ada beberapa kios UMKM dan koperasi yang beroperasi di rest area tersebut. Dia mengatakan bahwa pembangunan rest area dilakukan mulai Januari, dan ditargetkan tuntas pada akhir Mei 2019.

    Selama ini, pengerjaan rest area itu sedikit terhambat karena masalah pembebasan lahan yang baru bisa diselesaikan pada awal Januari. “Kalau secara keseluruhan rest areaini sudah hampir selesai, hanya tinggal penyelesaian ruko saja,” tutur Sudardi.

    Dia menjelaskan, pengerjaan ini harus tuntas pada akhir bulan ini agar bisa digunakan untuk arus mudik dan arus balik Lebaran 2019. “Yang pasti harus selesai akhir bulan ini, karena tidak ada toleransi lagi. Walaupun nanti Lebaran tetap ada pengerjaan dan sambil berjalan. Bila belum selesai maka tetap berjalan tetapi bentuknya perawatan,” Sudardi menjelaskan.

    Sebelumnya, mendekati puncak arus mudikLebaran 2019, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan ruas tol Palembang-Lampung sudah dapat difungsikan. Jalan tol fungsional tersebut dapat memangkas waktu tempuh Lampung-Palembang dari biasanya 12 jam menjadi sekitar 7 jam. "Tolnya belum siap beroperasi tetapi sudah relatif selesai," kata Budi Karya di sela-sela rapat koordinasi angkutan Lebaran di Palembang, Kamis, 23 Mei 2019.

    Baca juga: Tiket Pesawat Mahal, Warga Minang Pulang Basamo Lewat Jalur Darat

    Tol Pematang Panggang- Kayuagung-Palembang sepanjang 232 km dipastikan sudah bisa dilalui pemudik pada H-7 Lebaran 2019 mendatang. Menurut Budi Karya, jalan tol  sepanjang kurang lebih 300 km ini jika sudah operasional mampu menyambungkan Lampung-Palembang dalam waktu 4 jam saja. “Tapi (untuk fungsional) hanya siang hari mulai pukul 06.00 WIB-18.00 WIB, malam belum bisa karena belum dipasang lampu," ujarnya.

    BISNIS | PARLIZA HENDRAWAN (KONTRIBUTOR)

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.