Demo di Jakarta, Dana Asing Masuk ke SBN Rp 1,7 T

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di kompleks gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 1 Maret 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di kompleks gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 1 Maret 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan dalam dua hari terakhir ini tercatat Rp 1,7 triliun dana asing masuk alias inflow ke surat berharga negara, meski ada demo di Jakarta yang berujung ricuh.

    Baca juga: IHSG Menguat Usai Rusuh, Pengamat: Dampak Politik Tak Pengaruhi

    "Dipengaruhi, di samping ekspektasi perbaikan ekonomi Indonesia, juga terkait imbal hasil menarik SBN," ujar Perry di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019.

    Dengan demikian, sejak awal tahun duit asing yang masuk melalui SBN tercatat Rp 57 triliun. "Jadi inflow berlanjut menunjukkan confident pasar investor asing," ujar Perry. Padahal, dalam dua hari terakhir DKI Jakarta diwarnai oleh aksi massa.

    Sejak Selasa, 21 Mei 2019, massa pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno menggelar aksi menolak hasil perhitungan suara Komisi Pemilihan Umum yang memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden inkumben Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Demonstrasi itu berujung kericuhan di sejumlah titik di Jakarta. Bahkan ada nyawa melayang akibat kerusuhan itu.

    Perry mengatakan faktor global lebih dominan dalam mempengaruhi inflow maupun outflow portopolio asing dan dampaknya terhadap perkembangan moneter. Misalnya saja pekan lalu, ketika terjadi outflow eskalasi perang dagang Amerika Serikat dengan Cina.

    "Setelah ada eskalasi itu outflow Rp 7,3 triliun, ini untuk SBN saja. Tapi, dua hari terakhir terjadi inflow Rp 1,7 triliun," ujar Perry. Karena itu, ia berpendapat bahwa faktor global, terutama ketegangan perdagangan antara AS dan Cina memang berpengaruh, tidak hanya untuk Indonesia tapi berbagai negara.

    Di samping itu, ia melihat kerusuhan itu juga tidak begitu berpengaruh kepada kondisi perbankan. "Kondisi perbankan berjalan normal. Dari kemarin apalagi hari ini," ujar dia.

    Memang, ujar Perry, di titik-titik kerusuhan, layanan perbankan terganggu. "Bukan hanya bank, semua aktivitas di lokasi yang terjadi kerusuhan juga terganggu," ujar dia. Namun, ia berujar aktivitas perbankan tetap normal.

    Perry mengatakan hari ini sudah ada 13 bank yang melakukan penarikan uang melalui BI. Kemarin, aktivitas transfer kliring tercatat volumenya 696 ribu dengan nilai Rp 14 triliun. "Itu lebih tinggi dari aktivitas harian," kata dia.

    Demikian juga dengan transaksi melalui real time gross settlement (RTGS) yang nilainya mencapai Rp 577 triliun atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata transaksi harian yang Rp 524 triliun.

    Baca berita Demo di Jakarta lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro Kontra Kemendikbud Menerapkan Zonasi Sekolah pada PPDB 2019

    Zonasi sekolah di PPDB yang diterapkan Kemendikbud memicu pro dan kontra. Banyak orang tua menganggap sistem ini tak adil dan merugikan calon siswa