Ada Gejolak Politik, Darmin: Gak Nyambung dengan Logika Ekonomi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution usai mencoblos di TPS 20 Pancoran, Jakarta, Rabu, 17 April 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution usai mencoblos di TPS 20 Pancoran, Jakarta, Rabu, 17 April 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution optimistis Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 5,3 persen pada tahun ini. Kendati, tengah ada gejolak politik di dalam negeri pasca Pemilihan Umum 2019.

    Baca: Jokowi Jengkel Perizinan Ruwet, Darmin Bicara OSS

    "Ya tidak apa-apa, itu gejolak sementara saja, sebentar lagi juga senang" ujar Darmin di Kantor Kementerian Koordinator Bidang perekonomian, Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019.

    Darmin mengatakan gonjang-ganjing di dalam negeri itu adalah urusan politik saja. "Enggak nyambung dengan logika ekonomi," ujar dia. Namun, Darmin mengatakan bila kondisi ini tidak segera reda maka akan merugikan Indonesia. Ia juga mendorong pihak yang belum puas untuk menempuh jalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan sehingga semuanya bisa selesai.

    Sejak Selasa, 21 Mei 2019, massa pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno menggelar aksi menolak hasil perhitungan suara Komisi Pemilihan Umum yang memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden inkumben Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Demonstrasi itu berujung kericuhan di sejumlah titik di Jakarta. Bahkan ada nyawa melayang akibat kerusuhan itu.

    Aksi tersebut direspon berbagai pihak, mulai dari perkantoran hingga perbankan, dengan memberi peringatan kepada karyawannya, menutup cepat layanan, hingga memberi libur para karyawannya. "Kalau reaksi sementara itu ada macam macam, tapi tidak usah terlalu dirisaukan. Itu nanti juga dia berangsur akan normal kembali."

    Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso memastikan kondisi ekonomi makro Indonesia tidak terpengaruh aksi unjuk rasa 22 Mei 2019. Ia menyebut aksi tersebut tidak sama dengan peristiwa kerusuhan 1998 lalu.

    "Beda sekali (dengan 1998), itu kan lebih merespons hasil pelaksanaan demokrasi kita kemarin dan ada yang tidak puas lalu mempertanyakan hasil. ada mekanismenya," ujar Susiwijono.

    Susiwijono mengatakan ketidakpuasan itu wajar dalam kehidupan berdemokrasi di Indonesia. Hanya saja, pada pemilu kali ini, selama sehari kemarin memang ada kejadian. "Harapannya tidak terlalu terpengaruh dan mestinya tidak terlalu terpengaruh."

    Berikutnya, Susiwijono mengatakan yang mesti tetap dipantau adalah respon dari investor. Sebabnya, akhir-akhir ini beberapa perkembangan di global seperti kebijakan dagang Amerika Serikat yang berdampak kepada suhu perekonomian dunia.

    Baca: Darmin Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Lebih Tinggi

    "Justru yang kita lihat adalah di market gimana, IHSG gimana. Kalau dari policy ekonomi tidak terlihat terlalu terpengaruh dan kebijakan ekonomi juga akan kami laksanakan," ujar Susiwijono.

    Simak berita lainnya terkait Darmin di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.