IHSG Menguat Usai Rusuh, Pengamat: Dampak Politik Tak Pengaruhi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka menguat pada Kamis, 23 Mei 2019. Satu jam dibuka pada perdagangan sesi pertama, indeks acuan menguat sebesar 1,26 persen ke level 6.014,474 pada pukul 10.05 WIB.

    BACA : Aksi 22 Mei Usai, IHSG Mulai Menguat Lagi

    "Indeks masih menguat, tidak ada dampak negatif politik yang mempengaruhi indeks," kata Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta ketika dihubungi Tempo, Kamis, 23 Mei 2019.

    Sebelumnya, dilaporkan bahwa kericuhan aksi 22 Mei yang menolak hasil penghitungan suara Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum menggerus IHSG. Indeks acuan pada 22 Mei 2019 akhirnya berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan.

    Berdasarkan data Bloomberg, seperti dikutip Bisnis.com, IHSG ditutup terkoreksi 0,20 persen atau 11,74 poin di level 5.939,64 dibanding penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Selasa 21 Mei 2019, IHSG mampu berakhir di posisi lebih tinggi 5.951,27 dengan kenaikan 0,75 persen atau 44,25 poin.

    Nafan memprediksi sepanjang hari ini level support IHSG akan berada pada rentang 5.916,758 hingga 5.893,880. Sedangkan level resistance indeks acuan akan berada pada level 5.964,656 hingga 5.989,676.

    Nafan mengatakan IHSG masih berpotensi menguat menuju level resistance hingga penutupan perdagangan hari ini. Selain itu, pergerakan IHSG juga masih ditopang oleh sejumlah domestik. Salah satunya, adalah peran pemerintah dalam menjaga tingkat stabilitas politik dan keamanan.

    "Stabilitas politik dan keamanan bisa dieksekusi dengan efektif, sehingga stabilitas fundamental makroekonomi masih terpelihara dengan efektif," kata Nafan.

    BACA: IHSG Melemah, Bisa Jadi Momentum Asuransi Jiwa Belanja Saham

    Kendati demikian, kata Nafan, IHSG juga masih dihantui oleh sentimen perang dagang angata Amerika Serikat dengan Cina. Selain itu, IHSG juga masih akan rentan dengan sentimen Brexit yang tak kunjung selesai.

    "Namun setidaknya, pernyataan Gubernur The Fed, Jerome Powell yang menunjukkan bahwa bank sentral AS bakal melaksanakan kebijakan moneter yang sabar terkait suku bunga acuan akan membantu meredakan," kata Nafan.

    Baca berita tentang IHSG lainnya di Tempo.co.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.