Arus Balik Lebaran Diperkirakan Lebih Padat, Ini Langkah Kemenhub

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepadatan arus lalu lintas kendaraan di tol Dalam Kota, di kawasan Cawang saat diterapkan sistem satu arah di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek guna mengurai kemacetan arus balik Lebaran pada Selasa, 19 Juni 2018. ANTARA

    Kepadatan arus lalu lintas kendaraan di tol Dalam Kota, di kawasan Cawang saat diterapkan sistem satu arah di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek guna mengurai kemacetan arus balik Lebaran pada Selasa, 19 Juni 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui akan menemui kesulitan lebih besar untuk  untuk mengurai kepadatan lalu lintas saat arus balik Lebaran. "Yang paling susah kami sebenarnya itu pas arus balik, waktu pendek dan orang lagi lelah-lelahnya," kata Budi Karya saat mengunjungi kantor Tempo, Rabu, 22 Mei 2019.
     
     
    Menurut Budi Karya, ketika orang sudah lelah dalam arus balik , mereka bisa tidak peduli untuk berhenti di sembarang tempat, jika rest area padat. Karena itu, kata dia, Kemenhub menyediakan titik-titik tambahan untuk mereka berhenti beristirahat.
     
    Budi memperkirakan puncak arus balik Lebaran akan terjadi pada 9 Juni 2019. Karena itu, Kemenhub mengimbau pemudik agar tak kembali serentak di tanggal itu, melainkan pada H+3 di tanggal 7 Juni.
     
    Budi juga memperkirakan pemudik penumpang transportasi umum sebanyak 22 juta orang, sedangkan penumpang kendaraan pribadi sebanyak 28 juta. "Itu seluruh Indonesia, paling masif Jawa Barat dan Jawa Tengah. Seperti di Cikarang Utama sebanyak 150 ribu kendaraan dari hari biasa yang hanya 70 ribu," ujarnya.
     
    Di lokasi yang sama Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi juga mengatakan arus balik akan lebih ramai. Bahkan dia pernah melihat pada saat arus balik di daerah Indramayu, pemotor tergeletak istirahat di sebarang tempat.
     
    "Saking capeknya. Jadi nanti pada saat arus balik, rest area sudah berat sekali kami mengendalikan," kata Budi Setiyadi. 
     
     
    Selain itu, kata Budi masyarakat tahunya kalau mau ke selatan Jawa lewat jalur Pejagan. Di mana kata dia, dari Purwokerto, Ajibarang hingga Bumiayu pasti macet. Para pemudik yang balik mengira itu jalan satu-satunya.
     
    "Padahal sekarang sudah ada yang  keluar bisa di Tegal, bisa di Brebes Barat, nanti ke Slawi atau Pemalang. Jadi ini saya sampaikan ke masyarakat. Jadi jangan semua arus balik lewat Bumiayu," kata Budi Setiyadi.
     
    HENDARTYO HANGGI  

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro Kontra Kemendikbud Menerapkan Zonasi Sekolah pada PPDB 2019

    Zonasi sekolah di PPDB yang diterapkan Kemendikbud memicu pro dan kontra. Banyak orang tua menganggap sistem ini tak adil dan merugikan calon siswa