IHSG Rontok Pasca Rusuh 22 Mei, Analis:Kecemasan Akan Berlalu

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Aksi rusuh 22 Mei telah membuat bursa saham memerah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir dari relinya dan berakhir di zona merah pada sesi penutupan perdagangan hari ini, Rabu 22 Mei 2019.

    Baca: Pengusaha: Aktivitas Logistik di Tanah Abang Lumpuh akibat Demo

    Namun, Aberdeen Standard Investments memperkirakan investor akan menghadapinya dengan tenang. Bharat Joshi, fund manager di Aberdeen memperkirakan para investor justru akan lebih berfokus pada prospek pertumbuhan Indonesia ketimbang pergolakan politik yang terjadi.

    “Saya kira kericuhan ini dan semua kekhawatiran yang menyertainya akan segera berlalu. Hal ini tidak akan menggelincirkan arah pertumbuhan Indonesia,” ujar Bharat seperti dikutip Bloomberg, Rabu 22 Mei 2019.

    Menurut Bharat, investor memberi bobot lebih besar pada kepastian hasil pemilu ketimbang bentrokan hari ini. Musababnya, selisih kemenangan untuk Jokowi terlalu lebar untuk ditantang oleh Prabowo. 

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini tergelincir dari relinya dan berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan, di tengah aksi rusuh 22 Mei yang menolak hasil penghitungan suara Pilpres 2019 oleh KPU.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.