Terimbas Aksi 22 Mei, IHSG Ditutup di Zona Merah

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Tempo/Tony Hartawan

    Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Tempo/Tony Hartawan

    Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang masing-masing turun 1,67 persen dan 3,49 persen menjadi penekan utama pergerakan IHSG pada akhir perdagangan.

    Di sisi lain, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang masing-masing naik 0,53 persen dan 0,69 persen menjadi pendorong sekaligus membatasi besarnya pelemahan IHSG.

    Seperti diketahui, aksi massa 22 Mei menolak hasil penghitungan suara Pilpres 2019 oleh KPU.  Unjuk rasa menyikapi hasil itu sendiri telah dimulai pascapengumuman oleh KPU dan berakhir ricuh dini hari tadi. Massa, yang mendukung pasangan Prabowo-Sandi, terlibat bentrok dengan pihak kepolisian, dengan enam orang tewas dikabarkan tewas dan ratusan lainnya terluka.

    Baca: Unggah Foto dan Video Dibatasi, Rudiantara: Mudhorotnya di Sana

    Kericuhan aksi 22 Mei ini dikhawatirkan mengganggu pertumbuhan defisit transaksi berjalan yang telah membebani nilai tukar rupiah, bursa saham, dan obligasi negara.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.