Perusahaan Sandiaga Bagi Dividen Total Rp 298,4 Miliar

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Direktur Saratoga, Michael W.P. Soeryadjaya. Provident-agro.com

    Presiden Direktur Saratoga, Michael W.P. Soeryadjaya. Provident-agro.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan investasi milik Sandiaga Uno, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. mengumumkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini. Direktur Keuangan Saratoga, Lany Djuwita Wong, menyatakan total sebanyak Rp 298,4 miliar uang perusahaan disetujui untuk didistribusikan ke para pemegang saham.
     
     
    Menurut Lany, jumlah tersebut mewakili hasil dividen 2,9 persen atau Rp 110 per saham (pada harga penutupan 21 Mei 2019). "Dan meningkat 48,6 persen dibandingkan dengan jumlah dividen tahun sebelumnya," kata Lany di Gedung Cyber II, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019.
     
    Sedangkan untuk tahun ini, Lany masih enggan menyebutkan target nilai dividen. Kendati begitu, dia yakin dividen tahun ini akan lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
     
    Lany juga mengatakan pada 2018, Saratoga membukukan rekor pendapatan dividen sebesar Rp 900 miliar. Nilai itu, kata dia, disumbangkan oleh PT Adaro Energy Tbk. (ADRO), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG), dan PT Pro Agro Tbk (PALM), dan perusahaan investee lainnya.
     
    "Ke depannya, Saratoga akan melanjutkan investasi aktifnya dengan menilai peluang potensial di tiga sektor. Kami mencari perusahaan target yang kurva pertumbuhannya selaras dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia, seperti sektor barang dan jasa konsumen, infrastruktur sosial, teknologi dan lain-lain," kata Lany.
     
    Sektor yang berkembang ini, menurut Lany, akan menjadi pendorong bagi pertumbuhan ekonomi. "Dan adalah tugas kami untuk selalu mengidentifikasi sektor yang menjanjikan dan membantunya untuk bertumbuh," ujar dia.
     
     
    Presiden Direktur Saratoga, Michael W.P. Soeryajaya menyatakan, keputusan untuk membagikan dividen adalah bagian dari komitmen Saratoga untuk memberikan pengembalian yang optimal bagi pemegang saham. Menurut dia, Saratoga akan terus memperkuat fundamental perusahaan investasinya melalui strategi bisnis yang disiplin dan terukur dalam tiga bisnis di sektor sumber daya alam, konsumen, dan infrastruktur.
     
    HENDARTYO HANGGI

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.