Ada Demo di Jakarta, PT KAI Lakukan Rekayasa Pola Operasi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas bersiap menaiki gerbong kereta sleeper di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa, 12 Juni 2018. Kereta ini memiliki empat perjalanan, yakni dua perjalanan dari Stasiun Gambir pada pukul 09.30 WIB dan 21.30 WIB, serta dua perjalanan dari Stasiun Pasar Turi Surabaya pada pukul 08.00 WIB dan 20.00 WIB. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Petugas bersiap menaiki gerbong kereta sleeper di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa, 12 Juni 2018. Kereta ini memiliki empat perjalanan, yakni dua perjalanan dari Stasiun Gambir pada pukul 09.30 WIB dan 21.30 WIB, serta dua perjalanan dari Stasiun Pasar Turi Surabaya pada pukul 08.00 WIB dan 20.00 WIB. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - PT KAI (Kereta Api Indonesia) melakukan sejumlah rekayasa pola operasi kereta terkait adanya aksi demo di Jakarta sejak Selasa sampai dengan Rabu, 21-22 Mei 2019. Aksi itu berimbas pada penutupan jalan dan pengalihan arus lalu lintas yang akan dilakukan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

    BACA : Aksi 22 Mei, Rupiah Diperkirakan Melemah ke 14.500 per USD

    “Biasanya KA yang berangkat dari Stasiun Gambir tidak berhenti di Stasiun Jatinegara, namun khusus hari ini, KA yang berangkat dari Stasiun Gambir akan berhenti juga di Stasiun Jatinegara untuk proses naik-turun penumpang," ujar Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Rabu, 22 Mei 2019.

    Kawasan menuju Stasiun Gambir, kata Eva, menjadi salah satu jalan pengalihan lalu lintas akibat aksi tersebut. Disinyalir, itu akan menimbulkan kepadatan kendaraan di area Stasiun Gambir serta mengakibatkan calon penumpang KA terjebak macet dan kesulitan menuju Stasiun Gambir.

    Rekayasa pola operasi pemberangkatan KA ini dilakukan pada Rabu, 22 Mei 2019, mulai pukul 05.25 WIB sampai dengan pukul 23.00 WIB. Kebijakan itu berlaku mulai keberangkatan KA 20A alias Argo Parahyangan tujuan Bandung sampai dengan 7098 alias Argo Parahyangan Tambahan tujuan Bandung. Keseluruhan, ada 33 KA keberangkatan dari Stasiun Gambir, yang akan direkayasa pola operasi pemberangkatannya.

    Baca: Bentrokan Massa dan Aparat Kembali Terjadi di Petamburan

    Rekayasa pola operasi itu diharapkan memudahkan calon penumpang KA yang kesulitan menuju Stasiun Gambir karena terkena imbas kemacetan. "Sebagai alternatif mereka bisa berangkat dari Stasiun Jatinegara dengan rekayasa pola operasi pemberangkatan ini," kata Eva.

    Eva mengatakan rekayasa pola operasi ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya kerja sama dengan para calon penumpang. Maka, PT KAI Daop 1 Jakarta pun menghimbau agar calon penumpang dapat mengantisipasi dengan mengecek kembali jadwal keberangkatan KA-nya dan memperkirakan waktu keberangkatannya, sehingga tidak tertinggal. "Kami juga menyiagakan petugas untuk membantu pelayanan penumpang di sana," tuturnya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.