Usul YLKI Agar Pelabuhan Merak Tak Padat Saat Mudik 2019

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik sedang mengantre membeli tiket pada Lebaran H+4 di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, Selasa, 19 Juni 2018. PT ASDP Bakauheni mencatat 21.030 penumpang pejalan kaki sudah melakukan penyeberangan menuju Pelabuhan Merak, Banten. ANTARA/Ardiansyah

    Pemudik sedang mengantre membeli tiket pada Lebaran H+4 di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, Selasa, 19 Juni 2018. PT ASDP Bakauheni mencatat 21.030 penumpang pejalan kaki sudah melakukan penyeberangan menuju Pelabuhan Merak, Banten. ANTARA/Ardiansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi berharap pemerintah memberikan insentif tarif di Pelabuhan Merak pada arus mudik 2019. Insentif itu diberikan untuk penumpang yang akan naik kapal pada siang hari.

    Baca juga: Mudik 2019, Waspadai Titik Rawan Macet Menuju Pelabuhan Merak

    Sedangkan untuk yang malam hari, menurut dia, harga harus dinaikkan. Tulus menilai hal itu bertujuan untuk mengurangi kepadatan di pelabuhan pada malam hari. "Konsumen kan mayoritas membeludak di malam hari dengan alasan-alasan yang mereka berikan. Itu kan sebenarnya ada alasan yang benar dan tidak," kata Tulus di Hotel Ambhara, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019.

    Apalagi, kata dia, setelah tol Trans Sumatera rampung. Alasan soal kriminalitas itu bisa menjadi tidak benar atau sudah berkurang. Menurut dia, jika penumpang membeludak pada malam hari itu, efeknya akan menjadi kemacetan yang sangat panjang hingga ke jalan tol.

    "Nah bagaimana caranya? Ya diberikan insentif untuk misalnya yang berangkat siang hari tarifnya lebih murah tarif masuk atau tarif yang lain. Dan sebaliknya mereka yang berangkat di malam hari diberikan tarif yang lebih mahal sehingga nanti mereka bisa memilih di siang hari," kata dia.

    Menurut Tulus, masyarakat sebelumnya lebih memilih berangkat pada malam hari dari Pelabuhan karena masalah keamanan. Menurut Tulus, masyarakat sebelum ada tol menilai, daerah jalur mudik di Sumatera rawan kejahatan pada malam hari, oleh karena itu jarang yang berangkat siang dari Merak.

    "Karena melihat itu juga harus diimbangi dengan keamanan di titik-titik tertentu di ruas tol yang resiko tinggi. Karena saya khawatir yang suka mengganggu ini nanti dia pindah ke sekitar jalan tol," ujarnya.

    Menurut Tulus, bukan hal yang tidak mungkin pelaku kejahatan melakukan tindakan kriminalitas atau merampok konsumen. "Misal pada satu ruas bisa 87 KM tidak ada exit area nah siapa yang mengontrol di situ, jika terjadi sesuatu yang terkait keamanan konsumen," kata Tulus.

    Baca berita Mudik 2019 di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?