Mudik 2019, Menhub Sebut Penumpang Pesawat Stagnan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Desi Arryani meninjau proyek pembangunan Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama yang menjadi pengganti GT Cikarang Utama, Jawa Barat, Minggu, 19 Mei 2019. TEMPO/Fajar Pebrianto

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Desi Arryani meninjau proyek pembangunan Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama yang menjadi pengganti GT Cikarang Utama, Jawa Barat, Minggu, 19 Mei 2019. TEMPO/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Udara kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti mengatakan bakal ada penurunan pertumbuhan jumlah penumpang pesawat pada masa mudik Lebaran 2019. "Bukan perlambatan, tumbuh tapi kecil," ujar dia di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, 21 Mei 2019.

    Baca juga: Diskon Tol Trans Jawa di Musim Lebaran Diketok Pekan Depan

    Misalnya saja penerbangan domestik yang pada tahun 2018 tumbuh sekitar 4,49 persen, tahun ini pertumbuhannya hanya sekitar 2,38 persen saja. Hal serupa terjadi pada penerbangan ke luar negeri yang sebelumnya tumbuh 11 persen. Tahun ini, peningkatan penerbangan ke luar negeri selama masa Lebaran hanya 7,8 persen.

    Polana tidak menyebut secara pasti penyebab penurunan pertumbuhan jumlah penumpang pesawat pada masa Lebaran tahun ini. Namun, ia menyebut salah satu faktornya adalah infrastruktur perhubungan yang kini lebih bagus. Sehingga, pemudik punya banyak pilihan untuk pulang ke kampung halaman. "Sebagian beralih."

    Kendati demikian, Polana mengatakan sejauh ini sudah ada permintaan penerbangan tambahan atau extra flight untuk melayani angkutan mudik Lebaran 2019. Ia tidak menyebut secara spesifik penerbangan tambahan itu diajukan untuk rute mana saja.

    "Domestik dan internasional sudah ada permintaan 20 penambahan beberapa rute untuk penerbangan internasional," kata dia. Menurut Polana, pertumbuhan permintaan penerbangan sejatinya agak sulit untuk dikendalikan. Pasalnya, permintaan itu bergantung kepada mekanisme pasar. "Enggak bisa diatur begitu."

    Adapun Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan secara kualitatif jumlah penumpang udara tidak akan turun ketimbang tahun lalu. "Naik tidak, tapi turun tidak," kata dia. Indikasinya adalah masih banyaknya masyarakat yang kembali ke kampung halaman menjelang Ramadan dengan angkutan udara.

    Ia memastikan akan melayani pemudik angkutan udara sebaik mungkin. Salah satu caranya adalah dengan menugaskan bandar udara di luar Jawa untuk secara opsional melakukan operasi 24 jam. Dengan demikian rotasi pesawat dari menuju lokasi menjadi lebih baik selama masa mudik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.